06 March 2020, 07:14 WIB

Uni Eropa Konfirmasi Seorang Staf Mereka Positif Virus Korona


Arpan Rahman | Internasional

VIRUS korona Covid-19 dilaporkan menginfeksi lembaga Uni Eropa di Brussels, Belgia. Pihak berwenang di ibu kota Belgia meningkatkan langkah-langkah pencegahan untuk memerangi virus.

Seorang anggota staf di Badan Pertahanan Eropa (EDA) Uni Eropa dilaporkan terinfeksi penyakit itu, menurut surel internal yang dilaporkan situs daring Euractiv.

Anggota staf EDA itu dilaporkan telah kembali dari perjalanan ke Italia pekan lalu, sebelum jatuh sakit pada akhir pekan.

Anggota staf tersebut dikatakan sempat menghadiri pertemuan empat jam dengan sekitar 30 pejabat dari lembaga Uni Eropa lainnya --mendorong kemungkinan penularan lebih lanjut.

Seorang anggota European External Affairs Service (EEAS) yang menghadiri pertemuan itu sudah mulai mengalami gejala dan sedang menunggu hasil tes.

Baca juga: Virus Korona Kian Ekspansif, Harga Minyak Terus Turun

Peserta lain dalam pertemuan tersebut juga pernah menghadiri pertemuan lain dan melakukan perjalanan.

Peringatan itu datang sehari setelah Parlemen Eropa menutup pintu bagi pengunjung sebagai tindakan pencegahan, membatalkan puluhan acara. Parlemen Eropa dan staf mereka masih berencana menindaklanjuti kunjungan rutin mereka ke Parlemen Eropa di Strasbourg akhir bulan ini.

Parlemen dilaporkan sedang mempertimbangkan teknologi konferensi video untuk memungkinkan setiap anggota parlemen yang dikarantina berpartisipasi dalam debat.

Namun, lembaga-lembaga Eropa mungkin akan menghadapi tes pengendalian virus terbesar mereka sejauh ini pada akhir bulan ini, ketika Dewan Eropa akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak 28 negara anggota.

Pada 26 dan 27 Maret para pemimpin, pejabat pemerintah, diplomat, dan jurnalis dari 27 negara anggota UE dan lebih jauh akan berkumpul di dua gedung di kota itu untuk pertemuan triwulanan.

Berbicara pada awal pekan, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan pembentukan tim tanggapan cepat di tingkat UE untuk membantu mengoordinasikan tanggapan terhadap virus.

"Kami memiliki situasi yang sangat kompleks dan itu membutuhkan di satu sisi, tindakan yang sangat cepat dan di sisi lain, koordinasi yang kuat di semua tingkatan dan semua sektor yang berbeda -- tidak hanya di tingkat Eropa tetapi tentu saja di tingkat nasional," katanya, dirilis dari The Independent, Kamis 5 Maret 2020.

"Dan kemudian, pendekatan yang sangat komprehensif dan koheren terhadap topik ini dari seluruh 27 Negara Anggota dan Uni Eropa," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT