06 March 2020, 04:30 WIB

Otomotif Optimistis Hadapi Tantangan


Heryadi | Ekonomi

Pemerintah mendorong pelaku usaha di sektor otomotif untuk tetap optimistis dalam menghadapi tekanan perekonomian yang semakin tinggi seiring dengan penyebaran virus Korona.

Kementerian Perindustrian terus mendorong industri otomotif di dalam negeri, khususnya produsen kendaraan komersial, agar semakin produktif dan inovatif sehingga mampu berdaya saing di kancah domestik dan global.

"Kita harus optimistis dalam membangun sektor industri di tengah tekanan kondisi ekonomi global saat ini dan ditambah lagi adanya wabah covid-19," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2020 di Jakarta, kemarin.

Pemerintah. lanjutnya, akan memberikan perhatian besar dengan memperkuat basis industri otomotif di dalam negeri, termasuk untuk memacu ekspor. Indonesia diyakini berpeluang meningkatkan ekspor hingga 1 juta unit pada 2024 sesuai dengan yang ditargetkan Presiden Joko Widodo.

"Produksi kendaraan jenis bus, truk, dan pikap pada 2019 sebesar 241 ribu unit, sedangkan untuk penjualan jenis kendaraan tersebut di pasar domestik sepanjang tahun lalu mencapai 232 ribu unit," ungkapnya.

Sementara itu, dengan merujuk data Gaikindo, ekspor mobil pikap pada 2019 tercatat 9.187 unit, atau meningkat 15% jika dibandingkan dengan angka pengapalan di tahun sebelumnya yang hanya 7.957 unit.

Menperin menilai industri otomotif nasional memiliki potensi besar. Otomotif juga memberi kontribusi besar pada purchasing managers index (PMI) Indonesia yang naik sangat tinggi menjadi 51%.

Pasar membaik

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan Giicomvec fokus mendorong pertumbuhan industri kendaraan komersial di Indonesia.

Optimisme serupa juga disampaikan Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily.

Isuzu menjadi salah satu dari 40 perusahaan yang tampil menjadi peserta di Giicomvec 2020.

"Kita percaya ini akan segera bisa recovery. Kita tetap harus berusaha. Kalau semua lesu, ekonomi tidak akan bergerak," ujar Ernando.

Karena itulah, kata dia, pihaknya yakin tahun ini bisa meraih pangsa pasar lebih baik. Apalagi mereka melihat pencapaian 2019 yang meraih rekor tertinggi. Ia mencontohkan pangsa pasar light truck yang mencapai 21,2%, juga pencapaian Isuzu Traga yang tertinggi sepanjang sejarah pikap medium yang mencapai 17,7%.

"Ini baru pertama kali terjadi di light truck dan pikap. Truk Giga untuk logistik dan transportasi juga memecahkan rekor tertinggi, pangsa pasarnya lebih dari 24%," papar Ernando.

Pada Giicomvec 2020, pihaknya tidak menargetkan penjualan produk.

"Pameran ini menjadi tempat kumpul, bertukar informasi bagaimana kondisi market. Juga sebagai momen bagi kami untuk memperkenalkan ke customer apa saja tawaran dari Isuzu. Bukan cuma produk, melainkan juga layanan purnajual kami," papar dia.

Dikatakan, Isuzu bisa menjadi partner bagi pengusaha untuk meningkatkan produktivitas.

"Karena kami memiliki keunggulan untuk itu, kendaraan yang irit BBM, pelatihan pengemudi, serta teknologi kendaraan yang bisa meraih efisiensi tinggi," paparnya. (Ant/E-1)

 

BERITA TERKAIT