05 March 2020, 21:10 WIB

Garuda Masih Layani Penerbangan Dari dan Ke Korea Selatan


Faustinus Nua | Ekonomi

 

Maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan layanan operasional penerbangan dari dan menuju Incheon, Seoul, Korea Selatan hingga saat ini tetap beroperasi dengan normal.

Hal ini menyusul kebijakan yang ditetapkan Kementerian Luar Negeri terkait larangan masuk dan transit ke Indonesia bagi para pendatang/travellers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di sejumlah kota di Iran, Italia dan Korea Selatan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan dengan adanya kebijakan larangan masuk tersebut, saat ini Garuda terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian dan otoritas terkait.

"Ini agar kebijakan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan baik, khususnya dalam hal tindakan preventif yang perlu dilakukan dari segi operasional penerbangan guna memitigasi risiko penyebaran Covid-19 dari dan ke negara atau kota-kota yang terdampak" ungkapnya melalui keterangan resmi (5/3).

Saat ini Garuda melayani sebanyak 14 frekuensi penerbangan dari dan menuju Seoul setiap minggunya yang terdiri dari rute penerbangan Jakarta - Seoul vv dan Denpasar - Seoul vv. Masing-masing dilayani sebanyak 7 kali penerbangan per minggu.

Meski terus melayani penerbangan dari dan menuju Korsel, Garuda telah menerapkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Garuda Indonesia secara konsisten telah melakukan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui pelaksanaan disinfeksi pesawat, penyediaan sarana hand sanitizer dan masker untuk kebutuhan awak pesawat dan kebutuhan mendesak penumpang, penggantian HEPA filter pada armada yang digunakan untuk penerbangan ke dan dari destinasi yang terdampak penyebaran covid-19 serta pemeriksaan rutin kepada awak kabin yang bertugas pada saat sebelum dan setelah bertugas," jelas Irfan.

Dia menambahkan bahwa Garuda akan terus memantau situasi terkini atas perkembangan epidemi Covid-19. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan otoritas terkait untuk mengambil tindakan yang sekiranya diperlukan guna pencegahan penyebaran virus Covid-19.(E-1)

BERITA TERKAIT