05 March 2020, 22:55 WIB

Jangan Lupa Waspada DBD Di Tengah Virus Korona


Antara | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat terutama di DKI Jakarta untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap demam berdarah dengue (DBD) di tengah kepanikan akibat virus korona.

"Karena curah hujan terkadang masih cukup tinggi dan ini berpotensi DBD. Jangan nanti karena fokus pada virus corona malah lengah dengan ancaman DBD," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut diingatkan kembali oleh Kemenkes sebab kemunculan demam berdarah di DKI Jakarta biasanya terjadi setelah adanya peningkatan kasus di berbagai daerah lain. "Apalagi akhir-akhir ini kita melihat begitu banyak kasus demam berdarah, jadi ini ada peluang," kata dia.

Ia mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada serta tidak hanya fokus pada penanganan virus korona yang marak belakangan ini. "Takutnya karena fokus korona, lalu demam satu atau dua hari dan kemudian tidak menunjukkan gejala, masyarakat tidak menganggap adanya kemungkinan terjangkit demam berdarah," ujarnya.

Sebab, dalam kasus demam berdarah, fase kritisnya ialah pada hari ketiga dan keempat yakni saat penderita merasa sudah sehat. Padahal, terkadang itulah masa-masa masuknya pre-shock DBD.

Secara umum, kasus DBD di Tanah Air telah mengakibatkan 94 orang meninggal dunia pada Januari hingga awal Maret 2020. Angka tersebut total dari 14.716 kasus secara nasional.

Data kematian tersebut di antaranya berada pada zona merah Nusa Tenggara Timur (NTT) 29 orang, Jawa Barat 15 orang dan Jawa Timur 11 orang. (OL-12)    

BERITA TERKAIT