05 March 2020, 19:43 WIB

Berlabuh di Semarang, Viking Sun Dilarang Turunkan Penumpang


Haryanto | Nusantara

KAPAL pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun, akhirnya diizinkan untuk bersandar di Pelabuhan Emas, Semarang, Jawa Tengah. Akan tetapi, tidak ada penumpang maupun anak buah kapal (ABK) yang boleh keluar dari kapal.

Kapal itu diizinkan bersandar setelah sempat tertahan di sekitar 1,5 mil laut dari pelabuhan pada Kamis (5/3), hanya untuk mengisi logistik.

Pengisian logistik dilakukan oleh petugas pelabuhan dengan bantuan forklift. Tidak ada kontak langsung antara petugas dan kru di atas kapal yang membawa 1.600 wisatawan.

Baca juga: Khawatir Virus Korona, Bupati Alor Tolak Kapal Australia Berlabuh

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku melarang Viking Sun bersandar dan menurunkan penumpang. Pasalnya, kapal pesiar itu pernah singgah di daerah yang terjangkit virus korona, Australia. "Kapal ini pernah singgah di Australia. Kita tidak tahu apa yang terjadi selama singgah di sana," katanya seperti dikutip dari Antara.

Dia mengaku mengizinkan Viking Sun bersandar untuk mengisi logistik. Tetapi, ia menegaskan tidak boleh ada penumpang ataupun kru kapal yang turun. "Dari syahbandar meminta izin tetap harus bersandar untuk mengisi logistik," kata dia.

Baca juga: Virus Korona: Kapal Coral Adventure Diperiksa di Perairan Maumere

Adapun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan kebijakan itu adalah prosedur tetap dalam rangka pengamanan. "Kalau ada yang suspect korona, jelas kapal tidak boleh merapat. Seluruh penumpang harus dikarantina selama 14 hari sesuai SOP kita. Kalau tidak mau, silakan berlayar pulang ke tempat asal," tegasnya.

Dia menjelaskan, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga melakukan pengecekan terhadap kondisi pasien dan anak buah kapal sebagai protokol keamanan,

Baca juga: 143 Spesimen di Indonesia Negatif Virus Korona

Pihaknya meminta semua hati-hati, tapi tidak boleh paranoid dan ketakutan. "Kalau hasil pengecekan menyatakan semua wisatawan di kapal pesiar sehat, Pemkot Semarang saya minta agar mereka diguide dengan baik mau piknik ke mana. Kalau mereka sehat, saya ingin pariwisata bisa
tetap dikelola. Enggak usah takut," pungkasnya. (X-15)

BERITA TERKAIT