05 March 2020, 19:30 WIB

UGM Teratas di Indonesia untuk Enam Bidang Ini


Ardi Teristi | Humaniora

QS World University by Subject 2020, Rabu (4/3), menempatkan UGM di peringkat pertama di Indonesia dalam 6 bidang, yaitu Arts & Humanities, Geography, Business & Management Studies, Development Studies, Law, serta Sociology. UGM juga masuk ke dalam jajaran 100 besar dunia untuk bidang Development Studies, serta 200 besar pada bidang Agriculture & Forestry, Modern Languages, Geography, dan Sociology.

"Untuk development studies kita berada pada posisi 51-100 dunia," terang Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, drg Ika Dewi Ana MKes PhD, Kamis (5/3).

Di bidang-bidang lain, UGM juga banyak mengalami peningkatan. Pemeringkatan yang dilakukan oleh QS berdasarkan empat kriteria utama, yaitu academic reputation, employer reputation, citations per paper, serta H-index.

Penilaian terhadap reputasi akademik diperoleh melalui survei yang dilakukan kepada akademisi di seluruh dunia, sedangkan reputasi pekerja (employer reputation) diperoleh melalui survei yang diikuti penerima kerja di berbagai sektor dan industri, termasuk di antaranya Facebook, Google, Uber, dan lainnya.

Sementara itu, sitasi (citations per paper) menghitung rata-rata jumlah sitasi yang diperoleh dalam tiap publikasi. H-index merupakan indeks yang menghitung produktivitas dan dampak hasil publikasi dari para akademisi.

Dari 10 bidang yang telah mendapatkan penilaian pada tahun sebelumnya, sembilan di antaranya mengalami peningkatan yang signifikan. Pada bidang Engineering & Technology, misalnya, peringkat UGM naik dari 392 ke peringkat 355 dunia. Untuk bidang Social Sciences, peringkat UGM naik dari posisi 327 ke posisi 266 dunia.

Pada tahun ini, terdapat pula 7 bidang yang baru mendapatkan penilaian di tahun 2020, yaitu Arts & Humanities, Biological Sciences, Chemical Engineering, Law, Modern Languages, Sociology, serta Development Studies yang langsung menduduki posisi 100 besar dunia.

"Bidang yang baru tahun ini mendapat penilaian tapi langsung bisa masuk 100 besar dan 200 besar, itu hasil yang cukup membanggakan,� pungkas Kepala Kantor Jaminan Mutu (KJM) UGM Prof Dr Indra Wijaya Kusuma MBA. (OL-12)

BERITA TERKAIT