05 March 2020, 18:53 WIB

Sejumlah Tim F1 Protes Keputusan FIA Terhadap Ferrari


Akmal Fauzi | Olahraga

BEBERAPA tim Formula 1 (F1) terkejut dengan keputusan Federasi Otomotif Internasional (FIA) yang tak mempersalahkan unit daya Scuderia Ferrari yang digunakan sepanjang F1 2019.

Sebelumnya, FIA pada 28 Februari menyatakan, telah mencapai kesepakatan dengan Ferrari, setelah investigasi teknis selama berbulan-bulan, namun tidak mempublikasikan secara detail.

Mereka hanya menyatakan, akan meningkatkan pengawasan terhadap semua power unit F1 di masa depan. Namun, kondisi itu justru menjadi sebelah kesalahan.

Sebanyak tujuh tim seperti Mercedes, McLaren, Racing Poin, Red Bull Racing, Renault, Alpha Tauri, dan Williams menyatakan keberatan mereka. Pasalnya persetujuan FIA dinilai terlalu menguntungkan untuk Ferrari dan bisa membuat kompetisi tidak berimbang.

Mesin Ferrari itu memang menjadi bahan pembicaraan tahun lalu, di mana tim-tim rival mencurigai adanya kecurangan dalam sensor aliran bahan bakar mesin. Hal itu diduga untuk meningkatkan performa mesin.

Meski begitu, para kompetitor tak melayangkan protes resmi. Mereka cuma keberatan dengan tindakan yang dilakukan FIA kepada Ferrari layaknya mendapatkan perhatian khusus.

"Regulator olahraga internasional memiliki tanggung jawab jawab untuk bertindak dengan kepemimpinan, integritas dan transparansi dengan standard tertinggi. Kami secara tegas keberatan terhadap FlA, yang mencapai kesepakatan konfldensial dengan Ferrari untuk menyelesaikan masalah tersebut," tulis pernyataan bersama dari tujuh tim.

"Oleh karena itu, dengan ini kami menyatakan secara terbuka komitmen bersama kami untuk menuntut keterbukaan secara penuh dan pantas terkait masalah ini, untuk memastikan jika olahraga kita memperlakukan semua kompetitor secara adil dan setara," tulis pernyataan ketujuh tim.

Tahun lalu, Ferrari memang tidak dicurigai melakukan hal itu. Sebab, tim Scuderia Ferrari juga tidak mampu menjadi menantang gelar juara dunia.

Namun,tim asal Italia itu hanya menjadi runner-up setelah hanya mengumpulkan 504 poin atau berada dibawah Mercedes yang menjadi juara konstruktor dengan 739 poin.

Akan tetapi, Mercedes bersama Red Bull justru cukup kesal ketika mengetahui Ferrari mendapatkan keuntungan dari hal tersebut.

Sedangkan Ferrari menyangkal tuduhan tersebut dan mesin mereka sepenuhnya diterima oleh FIA. Mengenai arahan teknis baru dikeluarkan musim lalu, dengan memperketat aturan aliran bahan bakar, tetapi tidak membicarakan apa pun mengenai mesin Ferrari. Apalagi, analisis terhadap PU juga disetujui oleh FIA.

Namun, tim-tim saingannya, tidak termasuk Haas dan Alfa Romeo yang menggunakan mesin Ferrari, telah setuju untuk melancarkan protes resmi pada malam sebelum balapan resmi F1 2020 berlangsung di Melbourne, pekan depan. (Skysport/Mal)

BERITA TERKAIT