05 March 2020, 15:48 WIB

Kapolres Tasikmalaya Kirim Langsung Sembako Bagi Warga Terisolasi


Kristiadi | Nusantara

 

Polres Tasikmalaya Kota berupa mengirimkan sembilan bahan pokok (sembako) terutama bagi ratusan warga terdampak bencana longsor berada di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Bencana yang telah terjadi beberapa hari tersebut mengakibatkan, akses jalan masih belum normal.

Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKB Anom Karibianto mengatakan, dampak longsor yang terjadi telah menyebabkan jalan terputus dan warga berada di desa masih terisolasi. Namun, pendistribusian kebutuhan pokok bagi masyarakat berada di Kecamatan Sukaratu dan Cisayong sampai sekarang harus tetap dilakukan.

"Pendistribusian kebutuhan pokok yang diberikan untuk meringankan beban mereka. Karena selama ini mereka tidak bisa melalui akses jalan tersebut. Namun, berbagai upaya telah dilakukan juga kepada keluarga korban yang mana sampai sekarang ini belum adanya tanda ditemukan," katanya, Kamis (5/3/2020) di lokasi.

Anom mengatakan, kebutuhan yang diberikan itu bukan hanya sembako tetapi warga juga akan mendapatkan penanganan terutama kesehatan termasuknya pelayanan seperti ibu hamil, pengobatan secara gratis dan lainnya. Akan tetapi, untuk sekarang tidak ada warga yang mengalami sakit tapi mereka paling banyak kekurangan kebutuhan pokok.

"Pascabencana longsor terjadi jajaran Polres Tasikmalaya Kota melakukan koordinasi antar dinas kesehatan untuk melakukan pendataan, tetapi sekarang mereka semuanya mengalami kekurangan kebutuhan pokok. Karena, selama ini akses jalan belum normal dan masyarakat juga masih mengalami kesulitan terutamanya menuju pasar tradisional," ujarnya.

Menurutnya, akses jalan sudah bisa dilalui ke perkampungan warga tetapi mereka tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor maupun mobil tapi harus dilakukannya dengan berjalan kaki berjarak 1 kilometer. Karena, akses yang biasa digunakan masyarakat masih adanya alat berat masih melakukan pencarian korban di lokasi longsoran tersebut.

"Kalau mobil bisa melalui jalan tersebut, tetapi itu dilakukan hanya sifatnya insidental namun akses tersebut masih belum normal karena di lokasi masih berbahaya untuk dilewati tanpa panduan petugas di lapangan. Lokasi bencana masih curam dan sekarang ini mengandalkan jembatan darurat dari kayu, dan jika hujan juga sangat kondisinya licin kalau dilalui jalan kaki," paparnya. (AD)

BERITA TERKAIT