05 March 2020, 15:38 WIB

Dihantui Korona, Labuan Bajo Fokus Berbenah Jadi Tujuan Premium


Alexander P Taum | Nusantara

Ancaman virus korona yang menyerang dunia diakui berdampak bagi pariwisata, tidak mengendurkan semangat pihak Badan Otorita
Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores untuk terus menata kawasan pariwisata super premium di wilayah itu. Tour de Florata yang digelar BOP Labuan Bajo, Flores, pada 2-5 Maret melewati 12 kabupaten di daratan Flores, Lembata, dan Alor, tetap digelar pihak BPO untuk membangun jejaring pariwisata lokal, mempersiapkan destinasi wisata lokal, untuk menatap pariwisata super premium. Sebab, jumlah wisatawan diproyeksi akan melonjak drastis, pasca berakhirnya serangan virus korona.

''Saat ini strategi kami untuk menyelamatkan industri pariwisata lokal. Jadi bagaimana peningkatan konsumsi domestik bagi wisatawan, sambil mengantisipasi memperkuat fasilitas RS dan Kesehatan. Jadi ketika ada emergensi apapun kita bisa efakuasi dan isolasi. Tentunya virus korona ini pasti berdampak. Tetapi bagaimanapun juga karna industri pariwisata sudah jalan, mungkin ini momennya kita untuk melakukan konsolidasi penyiapan destinasi dengan baik, tata kelola, kemudian SDM dan pelatihan. Saya pikir mudah-mudahan setahun ini kita bisa fokus untuk menyiapkan itu semua,'' ujar Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Shana Fatin, Kamis (5/3) di Lewoleba.

 

Baca Juga: Presiden: Pembangunan Infrastruktur Labuan Bajo Rampung 2020

 

Pernyataan itu disampaikan Shana Fatin seusai mengikuti presentasi yang dilakukan 6 kepala dinas di Kabupaten Lembata yakni Dinas Koperindag,
Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Sosial PMD, Dinas Perikanan, dan Dinas Pariwisata. Bertempat di Kuma Resort, kediaman Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, presentasi itu dimaksudkan untuk memberi gambaran potensi yang dapat mendukung pariwisata super premium Labuan Bajo, Flores.

''Jadi tahun depan misalkan virus korona sudah selesai dan segala macam, kita (Labuan Bajo dan 12 kabupaten di Flores, Lembata, dan Alor) sudah benar-benar siap untuk dijual demi kepentingan pariwisata super premium,'' ujar Shana Fatin.

Menurut Shana Fatin, Kekuatan wisata di Kabupaten Lembata layak untuk dijual dalam konsep pariwisata super premium. ''Kata kuncinya wisata premium itu unik dan otentik. Saya lihat kekuatan wisata alam, budaya dan wisata buatan cukup kuat sekali. Kemudian dengan daya Tarik yang unik dan otentik, kata kunci wisata premium itu tersedia di Lembata. Dan dengan yang ada sekarang. Tadi pak Bupati bilang ruas jalan akan selesai Tahun ini. Saya pikir Lembata potensial mendukung Pariwisata Super Premium dengan destinasinya yang unik dan otentik,'' ujar Shana.

Pihaknya akan mendorong penguatan SDM terutama keterampilan khusus untuk hospitality, tour guide, diving, kuliner secara khusus, yang memang langsung bersentuhan dengan wisatawan. Kemudian BOP Labuan Bajo Flores juga sangat mendukung pengembangan explore rural Lembata.

''Konsepnya adalah community based tourism, berbasis desa wisata, dan itu akan kita dorong untuk menjadi paket wisata utama yang kita perkenalkan ke para wisatawan,'' ujar Shana.

Baca Juga: Lima Kawasan di Labuan Bajo Mulai Ditata

Namun kesulitan di Lembata, menurut Shana Fatin, adalah masih minimnya tour guide. Namun BOP berjanji akan mendorong sektor usaha di bidang pariwisata dengan memperbanyak tour guide di Lembata.

''Wisata Lembata tergantung tour operator. Misalkan ada 10 tour operator saja di sini, proses ini bisa jalan. Karena kan wisatawan itu tidak bisa hanya melihat ini bagus atau tidak bagus, tapi tentu akan bertanya bagaimana saya bisa sampai ke sana, kontak siapa, tentu harus kepada pelaku, travel agentnya. Ketika tour operator tidak ada, dia kan ragu-ragu untuk datang. Itu komponen yang kita akan segera akan
selesaikan,'' tutup Shana Fatin. (PT/OL-10)

BERITA TERKAIT