05 March 2020, 15:18 WIB

Jangan Takut dengan Korona, Probabilitas Sembuh 97%


Atalya Puspa | Humaniora

IKATAN Dokter Indonesia menyebut pasien yang terinfeksi virus novel korona (COVID-19) berpotensi besar untuk sembuh. Adapun, probabilitas kesembuhannya mencapai 97%.

"Penyakit ini jangan disamakan dengan flu burung yang kematiannya tinggi. Covid-19 ini gejala klinisnya ringan, yang meninggal 2-3%. Artinya, kemungkinan sembuh ada di atas 97%," kata Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Persahabatan Erlina Burhan di Kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Baca juga: Mahasiswi Mengaku Timbun Masker Demi Biaya Kuliah

Erlina menjelaskan, gejala klinis yang ditimbulkan Covid-19 memang bervariasi, mulai dari batuk, demam, pilek, hingga sesak nafas. Namun umumnya, gejala klinis tersebut terbilang ringan dan dapat disembuhkan.

Terlebih lagi, virus memiliki karakter self limiting desease yang artinya dapat hilang dengan sendirinya apabila imunitas tubuh seseorang dalam keadaan baik.

"Yang diatasi dari virus ini adalah gejala-gejala yang ditumbulkannya. Mengobati simtomnya, memberikan support terhadap kelainan-kelaninan yang ditimbulkan, karena belum ada obat spesifik untuk virus ini," ucapnya.

Erlina juga menjabarkan, orang dapat dinyatakan sembuh dari Covid-19 apabila tes yang dilakukan sebanyak dua kali menunjukan hasil negatif. Setelahnya, orang tersebut bisa beraktivitas seperti biasa tanpa harus takut menularkan virus tersebut ke lingkungan sekitarnya.

"Definisi sembuh adalah setelah dinyatakan pemeriksaan PCR menunjukan negatif dua kali berturut-turut dalam waktu selang dua hari. Ini udah masuk definisi sembuh. Artinya udah tidak ada virus. Sampai saat ino teorinya seperti itu, karena virus ini dinamis. Artinya kalau negatif, tidak menularkan," bebernya.

Baca juga: Virus Korona Mewabah, DKI belum Tutup Tempat Hiburan Malam

Erlina menegaskan, Covid-19 bukanlah virus yang harus ditakuti. Pasalnya, masih banyak virus lainnya yang perlu diwaspadai, dan tingkat kematiannya lebih tinggi.

"Banyak yang kematiannya jauh lebih tinggi, TBC kematiannya 98 ribu pertahun. HIV, hepatitis juga kemantiannya lebih tinggi dari Covid-19. Masyarakat memang harus waspada, tapi jangan panik," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT