05 March 2020, 15:03 WIB

Dilanda Banjir, 3.650 Warga Masih Mengungsi di Sulawesi Utara


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

KEPALA Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakan sedikitnya lebih dari 3 ribu warga di 4 kecamatan masih mengungsi akibat banjir di Kabupaten Bolaang Mondondow Utara, Sulawesi Utara.

"BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat total penyintas berjumlah 3.650 jiwa, mereka tersebar di 4 kecamatan," kata Agus dalam keterangannya, Kamis (5/3).

Baca juga: Polda Sumsel Telusuri Potensi Penimbunan Masker

Rinciannya warga mengungsi di Kecamatan Sangkub mencapai 1.100 jiwa, Bintauna mencapai 1.000 jiwa, Bolangitang Timur sedikitnya 800 jiwa, dan Bolangitang Barat sekitar 750 jiwa.

Menurutnya, dari pantauan BPBD setempat pada wilayah kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, yaitu Kecamatan Sangkub 13 desa, Bolangitang Timur 10, Bolangitang Barat 8, Bintauna 7, Kaidipang dan Pinotaluman masing-masing 2 desa. "Tinggi muka air di wilayah tersebut beragam antara 60 - 120 cm," sebutnya.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara  bersama tim SAR telah menuju lokasi untuk evakuasi warga yang terdampak. BPBD telah mengajukan penetapan status tanggap darurat.

Menurutnya, intensitas curah hujan tinggi menjadi salah satu pemicu banjir yang meluas di beberapa kecamatan tersebut. "Sebuah tanggul pun jebol akibat volume air yang besar," lanjutnya.

Sementara itu, banjir juga terjadi di wilayah Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Desa yang terdampak di kecamatan ini yaitu Desa Domisil, Pangi dan Pangi Timur.

Banjir di Desa Domisil mengakibatkan tiga warga hanyut. BPBD setempat mengidentifikasi korban meninggal atas nama Musdalifa Harun, 5 , dan dua lainnya berhasil diselamatkan.

Sedangkan, dua desa lainnya, Pangi dan Pangi Timur, terjadi longsor. Banjir dan longsor di wilayah-wilayah tersebut terjadi pada Rabu (4/3) sekitar pukul 03.00 waktu setempat (Wita).

Berdasarkan informasi dari BPBD setempat, hujan terjadi sejak dua hari terakhir di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Banjir di Desa Domisil mengakibatkan 66 KK (250 jiwa) mengungsi. Mereka mengungsi di rumah kerabat dan terangga terdekat. Sedangkan kerugiaan fisik, banjir menghanyutkan 5 unit rumah warga serta rusak berat 10, rusak sedang 10 dan rusak ringan 30 serta fasilitas umum lain. Di samping itu 15 hektar lahan perkebunan tergenang air. Kerugian di desa ini diperkirakan mencapai Rp 1,2 milyar.

Sedangkan Desa Pangi dan Pangi Timur, dampak akibat longsor masih dalam pendataan BPBD. Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow sudah melakukan evakuasi warga terdampak, mendirikan tenda pengungsian serta pos komando di Desa Domisil. Bantuan berupa permakanan juga sudah didistribusikan kepada masyarakat terdampak, baik dari BPBD, dinas sosial dan OPD lain. Masyarakat tetangga pun juga membantu untuk mengirimkan bantuan logistik.

Terkait dengan akses jalan tertutup longsor, pemerintah daerah telah mendatangkan alat berat dan berkoordinasi dengan Balai Jalan Provinsi agar akses menuju dua desa terdampak bisa segera dilalui.

Bupati Bolaang Mongondow sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor dan keputusan mengaktivasi posko tanggap darurat.

Baca juga: Produk Kerajinan Kaum Disabilitas Tembus Pasar Luar Negeri

BPBD di sebagian besar wilayah Indonesia untuk selalu waspada dan siaga mengingat potensi banjir dan longsor yang masih tinggi. BMKG memprakiraakan beberapa wilayah dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, seperti di Sulawesi Tenggara, hingga Maret ini.

"Di samping itu, warga juga perlu bersiaga untuk menghadapo setiap potensi bahaya, termasuk dengan penyebaran virus korona," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT