05 March 2020, 14:56 WIB

Pembiayaan BTPN Syariah Terus Tumbuh


Putra Ananda | Ekonomi

SEPANJANG 2019, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah berhasil membukukan pembiayaan kredit sebesar Rp9 triliun. Angka ini tumbuh 23,7% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp7,3 triliun.

Pencapaian pertumbuhan pembiayaan kredit yang sehat di BTPN disertai dengan rendahnya angka non performance financing (NPF) yang berada di posisi 1,36%. BTPN menyebut pertumbuhan positif ini turut ditopang oleh digitalisasi di setiap lini proses yang dimulai sejak 2018 silam, baik di kantor pusat maupun di lapangan.

Selain fokus menggarap segmen prasejahtera produktif, BTPN juga telah merancang sistem atau proses automasi yang mudah untuk mendukung produktivitas para tim di lapangan dalam melayani nasabah. Selain itu, digitalisasi juga mampu mengoptimalkan fungsi jaringan kantor.

Dengan mengoptimalkan digitalisasi, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional tercatat turun menjadi 58,1%. Lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 62,4%.

“Digitalisasi menjadi upaya bersama untuk mencapai efisiensi. Pada 2019 seluruh tim di lapangan telah menggunakan aplikasi untuk melayani nasabah prasejahtera produktif. Selain itu tim juga dilengkapi dengan aplikasi pelatihan internal dan aplikasi layanan pendukung lainnya. Dengan dukungan digitalisasi tersebut proses layanan kepada nasabah menjadi lebih cepat dan tepat,” tutur Arief Ismail, Direktur Kepatuhan BTPN Syariah.

Tercapainya pertumbuhan pembiayaan bank yang positif sepanjang 2019 juga didukung tingkat permodalan dan likuiditas yang memadai dengan rasio kecukupan modal sebesar 44,7% atau jauh di atas ketentuan minimal yang ditetapkan regulator. Sementara itu, Financing to Deposit Ratio (FDR) juga berada di posisi sehat sebesar 95,3%.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 24,1% mencapai Rp9,4 triliun dibandingkan posisi Desember 2018 sebesar Rp7,6 triliun. Posisi laba bersih setelah pajak (NPAT) BTPN pada 2019 mencapai Rp1,400 miliar, tumbuh 45,0%. Kenaikan total aset BTPN Syariah menembus 27,8% dari Rp12,0 triliun pada akhir 2019 menjadi Rp15,4 triliun. (E-3)

BERITA TERKAIT