05 March 2020, 14:19 WIB

Pemerintah Temukan 14 Peserta Dansa Terkait Kasus Korona


Andhika Prasetyo | Humaniora

PEMERINTAH menelusuri dan menemukan 14 orang dari total 50 orang yang mengikuti kegiatan dansa di sebuah klub di kawasan Kemang, Jakarta.

Saat ini, belasan orang tersebut dikategorikan sebagai orang dalam pengawasan (ODP). Penelusuran dilakukan karena ada dugaan sejumlah orang berkontak dengan warga negara Jepang domisili Malaysia, yang dinyatakan positif korona (COVID-19).

Juru bicara pemerintah terkait penanganan korona, Achmad Yurianto, mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan 14 orang, yang akan diperiksa Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

"Mereka tidak dimaknai sakit. Kita pantau dalam rangka pencegahan secara cepat, jika terjadi sesuatu terkait COVID-19," ujar Yuri, sapaan akrabnya, di Kantor Staf Presiden, Kamis (5/3).

Baca juga: Jokowi Konfirmasi Kasus Virus Korona Pertama di Indonesia

Jika hasil pemeriksaan terhadap 14 orang menunjukkan kondisi sedang sakit, lanjut Yuri, status mereka akan ditingkatkan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

"Apabila mereka mengalami sakit dengan gejala ke arah influensa, batuk, panas dan sesak, akan kita kategorikan PDP. Mereka harus kita rawat dengan baik," tutur Yuri.

Dalam konteks meningkatkan kewaspadaan, pemerintah langsung memeriksa spesimen dari seluruh PDP. Sebelumnya, spesimen seseorang baru diperiksa setela dinyatakan sebagai terduga (suspect) virus korona.

"Kita sengaja menurunkan standar pemeriksaan spesimen, karena banyak kasus di dunia yang terlapor positif, tetapi memiliki gejala ringan," pungkasnya.

Sebelumnya, warga asal Depok yang dinyatakan positif terjangkit virus korona, diketahui sempat mengikuti kegiatan dansa di klub yang berlokasi di Kemang, Jakarta. Pasien tersebut masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.(OL-11)

BERITA TERKAIT