05 March 2020, 11:29 WIB

Hari ke-15, Banjir Masih Menggenangi Kota Pekalongan


Akhmad Safuan | Nusantara

HINGGA saat ini banjir masih merendam Kota Pekalongan. Ratusan rumah, sekolah dan fasilitas umum belum bisa digunakan akibat banjir. Ratusan warga masih di pengungsian, dan enam warga dilaporkan meninggal.

"Saya perintahkan seluruh program penanggulangan banjir yang sudah ada harus segera dieksekusi, untuk mengatasi banjir di Pekalongan," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Media Indonesia Kamis (5/3).

Dalam upaya mengatasi banjir agar segera kering, lanjut Ganjar, persoalan utama adalah buruknya drainase yang ada, sehingga diperlukan langkah cepat untuk mengeringkan. Namun masih tingginya intensitas hujan menjadi kendala dalam upaya menurunkan volume air.

Untuk penanganan dan pengendalian rob dan banjir di Pekalongan telah disiapkan anggaran tahun ini sebesar Rp95 miliar untuk proteksi Sungai Bremi 200 meter dan Sungai Meduri 500 meter. Pengadaan pompa Mrican kapasitas 3x2 meter kubik per detik, pekerjaan rumah pompa Mrican, serta proteksi tanggul long storage sisi selatan sepanjang 1 kilometer.

Ganjar menambahkan kewenangan pengendalian banjir rob tahap dua ada di pusat. Maka anggaran yang digunakan bersumber dari APBN. Sedangkan pembangunan talud dari Pemprov Jateng sebesar Rp4 miliar.

Terkait penanganan darurat saat ini, Pemerintah Kota Pekalongan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) harus segera mengkalkulasi kebutuhan itu agar banjir segera mengering.

"Jika perlu tambah pompa air harus segera dilakukan," imbuhnya.

Hingga saat ini masih ada 600 warga mengungsi dan enam orang meninggal akibat banjir. Umumnya warga meninggal karena terserang penyakit. Satu di antaranya adalah balita usia satu tahun.

"Sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi banjir dan masuk ke ruang ICU, namun nyawanya tidak tertolong," kata Nely, orang tua balita tersebut.

baca juga: Dinkes Aceh Lebih Menyarankan Warga Sering Cuci Tangan

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz masih terus menyambangi para korban banjir hingga memasuki hari ke 15 banjir di Kota Pekalongan ini. Selain menyalurkan bantuan juga untuk meringankan beban psikologi korban, baik di pengungsian maupun bertahan di rumah.

"Logistik dan obat-obatan untuk bantuan korban banjir telah disiapkan dan didistribusikan. Demikian dapur umum juga terus mengolah makanan siap saji," ujar Saelany Machfudz. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT