05 March 2020, 11:45 WIB

Virus Korona Bisa Bertahan di Ruangan, Namun...


Basuki Eka Purnama | Internasional

PENELITIAN baru di Singapura yang diterbitkan pada Rabu (4/3) menemukan bahwa pasien virus korona mengontaminasi kamar dan kamar mandi mereka. Hal itu membuat proses pembersihan rutin terhadap permukaan kerap sentuh penting dilakukan.

Meski begitu, virus korona dipastikan mati jika permukaan dibersihkan setidaknya dua kali sehari dan lantai dipel sehari sekali. Hal itu berarti langkah dekontaminasi yang dilakukan selama ini sudah tepat.

Penelitian itu diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) setelah munculnya kasus di Tiongkok bahwa virus itu menyebar secara luas di beberapa rumah sakit, menginfkesi puluhan pekerja medis dan pasien.

Baca juga: Senegal Konfirmasi Dua Kasus Baru Virus Korona

Peneliti utama penelitian itu mengatakan selain menular melalui batuk, kontaminasi lingkungan juga merupakan faktor penting dalam transmisi penyakit itu.

Peneliti di Pusat Penyakit Menular Singapura dan Laboratorium Nasional melakukan penelitian pada tiga pasien yang dirawat di ruang isolasi antara akhir Januari dan awal Februari.

Para peneliti mengambil sampel dari kamar ketiga pasien itu selama lima hari dalam tempo dua pekan.

Kamar salah satu pasien diperiksa sebelum dibersihkan sementara dua kamar lainnya diperiksa setelah proses disinfektisasi.

Hasilnya, sampel dari kamar yang tidak dibersihkan menunjukkan kontaminasi pada 13 dari 15 titik termasuk di kursi, dipan, jendela, lantai, dan tombol lampu.

Tiga dari lima tiitk di toilet juga terkontaminasi termasuk wastafel, pegangan pintu, dan kloset.

Sampel dari udara terbukti negatif namun usapan dari saluran udara menunjukkan kontaminasi, Hal itu membuktikan bahwa droplet berisi virus bisa terbawa udara dan hinggap di ventilasi.

Adapun dua kamar yang diperiksa setelah didisinfektasi tidak menunjukkan adanya kontaminasi.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa kontaminasi lingkungan bisa menyebarkan virus korona. Namun, aktivitas bersih-bersih dan cuci tangan bisa menghambat penyebaran penyakit itu," ungkap penulis penelitian itu.

Virus yang pertama kali diidentifikasi di Provinsi Hubei, Tiongkok pada Desember lalu itu kini telah menginfeksi lebih dari 95 ribu orang di 81 negara dan menewaskan lebih dari 3.200 orang. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT