05 March 2020, 09:03 WIB

NasDem Minta RS Swasta Ikut Perkuat Kemampuan Tangani Covid-19


Agus Utantoro | Nusantara

ANGGOTA Fraksi Partai NasDem, Subardi mendesak kalangan rumah sakit swasta juga mengembangkan diri sehingga mampu menangani penyakit-penyakit yang disebabkan virus seperti Covid-19 atau lainnya. Subardi yang berasal dari Dapil DIY itu mengemukakan selama ini penanganan penyakit-penyakit yang mudah mewabah itu hanya dilakukan oleh rumah sakit miliki pemerintah.

"Termasuk pengembangan-pengembangan yang sedang dilakukan hanya tetap pada rumah sakit milik pemerintah, termasuk rumah sakit pemerintah daerah,� katanya di sela-sela kunjungannya di Yogyakarta, Kamis (5/3).

Ia juga menyebutkan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, akan bertambah dua rumah sakit yang memiliki kemampuan sebagai rujukan penanganan Covid-19. Kedua rumah sakit itu adalah RSUD Wates di Kabupaten Kulonprogo dan RSUD Wonosari di Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Subardi, rumah sakit swasta harus segera melibatkan diri dalam penanganan ini. Ia menjelaskan, keterlibatan swasta ini dilandasi alasan demi kemanusiaan, bukan alasan lainnya.

Sementara dalam kunjungannya di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Rabu, Subardi mendapat keluhan bahwa rumah sakit mengalami kesulitan mendapatkan masker baik masker bedah (warna hijau) maupun masker khusus N-95. RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta suah menghubungi sejumlah distributor namun hasilnya nihil. Kesulitan mendapatkan masker khususnya masker bedah juga dialami Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, menjelaskan, sediaan masker yang ada di gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebenarnya dicadangkan untuk menghadapi erupsi Gunung Merapi.

"Secara kuantitas, jumlahnya mencukupi, karena sudah di atas 30 persen dari jumlah penduduk. Kami memiliki cadangan hingga 500 ribu lembar," jelasnya.

Ia menegaskan pencadangan itu mengacu pada kepentingan bencana Gunung Merapi. Sedangkan sediaan masker N-95 saat ini sekitar 2000 biji.

"Sediaan baik masker bedah maupun N-95 jika melihat untuk kepentingan Covid-19, kami kekurangan," tambah Joko.

Dinas Kesehatan berusaha mendapatkan tambahan sediaan namun kesulitan mendapatkan di pasaran umum mapun di distributor.

"Kalau pun ada, harganya sangat mahal," katanya.

Sementara itu di ruang isolasi RSUP dr Sardjito saat ini sedang digunakan untuk merawat dua orang  dalam pengawasan Covid-19. Dr. Rukmono Siswihananto mengatakan, dua orang tersebut, seorang warga DIY yang paa tanggal 1 Maret lalu pulang dari umroh.

"Perempuan lansia ini kondisinya stabil," katanya.

baca juga: Seluruh RS Rujukan Harus Simulasi Penanganan Pasien Korona

Selain itu, pada Selasa malam, seorang warga negara Jepang juga  masuk ke ruang isolasi. Warga Negara asal Jepang ini merupakan mahasiswa Program Pertukaran Pelajar (Student Exchange) di sebuah perguruan tinggi

Kondisi WN Jepang ini disebutkan cukup baik dan terus membaik. RSUP Dr Sardjito, kata Rukmono sudah mengambil sampel dan mengirimnya ke Balitbang Kesehatan.

"Tunggu hasilnya, semoga negatif," katanya. (OL-3)

BERITA TERKAIT