05 March 2020, 07:34 WIB

Ketentuan Baru IOC Pembawa Bendera Harus Satu Pria, Satu Wanita


Antara | Olahraga

OLIMPIADE Tokyo yang akan digelar pada musim panas tahun ini menjadi awal baru dalam pembawa bendera pada upacara pembukaan. Berdasarkan keputusan International Olympic Committee (IOC), kontingen-kontingen nasional bisa menunjuk seorang pria dan wanita sebagai pembawa bendera pada upacara pembukaan olimpiade. IOC mengatakan telah meninggalkan tradisi lama untuk mengirimkan pesan keseimbangan gender.

Presiden IOC Thomas Bach mengatakan bahwa organisasinya sudah mengamandemen protokolnya yang memungkinkan kedua gender terwakili dalam momen yang paling banyak ditonton dalam Olimpiade. Sebelumnya pada upacara pembukaan semua tim masuk stadion dengan masing-masing pembawa bendera yang biasanya adalah atlet peraih medali terbanyak atau atlet yang berhasil pada event besar.
 
"Paling sedikit satu atlet putri dan satu atlet putra harus dimasukkan ke setiap dari 206 delegasi yang akan berlomba di Tokyo," kata Thomas Bach dalam pernyataannya, Rabu (4/3).
 
Arab Saudi, contohnya, baru melibatkan perempuan dalam tim Olimpiade-pada Olimpiade London 2012.
 
"Kami mendorong semua komite Olimpiade nasional memanfaatkan opsi ini (dua pembawa bendera)," kata Bach.

baca juga: GP Australia Dipastikan Tetap Digelar Sesuai Jadwal
 
"Bersama dengan prakarsa dua ini, IOC mengirimkan pesan yang sangat kuat lainnya kepada dunia bahwa keseimbangan gender itu adalah realitas Olimpiade," lanjutnya.

Sekitar 51,2 persen dari total 11.000 atlet yang turut serta dalam Olimpiade Tokyo adalah laki-laki dan 48,8 persen lainnya adalah perempuan. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT