05 March 2020, 06:50 WIB

Kondisi Pasien Covid-19 makin Membaik


Atalya Puspa | Humaniora

KONDISI dua pasien positif terpapar virus korona baru (covid-19) di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, kian membaik. Berbagai gejala seperti batuk, pilek, dan sesak napas sudah mulai berkurang.

Namun, kedua pasien itu disebutkan masih mengalami tekanan psikologis akibat identitas mereka yang tersebar di dunia maya.

"Kasus 1 dan 2 enggak panas, batuk kadang-kadang. Pilek (sudah) enggak, sesak enggak. Secara fisik baik-baik. Secara psikologis enggak nyaman karena identitasnya tersebar, alamat rumah, dan sebagainya. Ini yang kemudian membuat enggak nyaman," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, di Jakarta, kemarin.

Dia menyatakan, atas ketidaknyamanan kedua pasien itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta penegak hukum untuk menangani kasus penyebaran identitas tersebut.

Terkait dengan 76 tenaga medis yang sempat menangani pasien tersebut, Yurianto menyatakan sedang ditangani Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Pada kesempatan terpisah, Yurianto mengatakan empat dari sembilan warga Indonesia yang positif mengidap korona di Jepang, kini sudah dinyatakan sembuh. Kendati demikian, pemerintah Indonesia mengatakan belum bisa memulangkan mereka.

"Yang memutuskan pulang atau tidak itu otoritas Jepang, bukan kita. Mereka sudah dinyatakan sakit dan dirawat di Jepang, jadi mereka yang memutuskan. Akan tetapi, kalau sudah diperiksa dua kali dan hasil itu negatif, seharusnya diizinkan pulang," ujarnya.

Dirut RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, menyatakan hingga kemarin total pasien suspect korona yang ditangani berjumlah sembilan orang. Dua di antaranya positif terjangkit virus korona. "Nah, yang dua ini sampai sekarang hari keempat, alhamdulillah semakin membaik. Demam sudah tidak ada lagi, batuknya sudah berkurang jauh, tidak ada sesak napas."

Tujuh pasien lain, lanjut Syahril, juga dalam kondisi yang bagus. "Memang dia ada demam dengan batuk-batuk dan ada yang sakit menelan."

Dari ketujuh pasien suspect korona tersebut, tiga pasien diketahui pernah mengalami kontak dengan dua pasien positif korona tadi.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah menyiapkan rumah sakit khusus untuk penanganan pasien korona. Pembangunan rumah sakit khusus di Pulau Galang, Kepulauan Riau, itu ditargetkan rampung dalam satu bulan. (Ata/Ifa/Dhk/Pra/X-10)

BERITA TERKAIT