04 March 2020, 23:55 WIB

BTN Fasilitasi Pegawai Ditjen Pajak Beli Rumah di Maja


Ahmad Punto | Ekonomi

SEBANYAK 114 unit rumah subsidi dengan nilai total Rp15 miliar di perumahan Permata Mutiara Maja, Lebak, Banten, dibeli oleh pegawai Kantor Pusat Ditjen Pajak. Pembelian di perumahan yang dikembangkan PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP) itu difasilitasi pembiayaan KPR oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Penandatangan akad massal KPR BTN Subsidi–Nonsubsidi bersama Koperasi Pegawai Kantor Pusat Ditjen Pajak dilakukan di Perumahan Permata Mutiara Maja, pada Rabu (4/3).

Direktur PT Bukitnusa Indahperkasa Cornelius Widjaja menjelaskan, Permata Mutiara Maja dipilih berdasarkan survei tim Koperasi Pegawai Kantor Pusat Ditjen Pajak. Menurutnya, dari survei tim tersebut di beberapa proyek perumahan subsidi, Permata Mutiara dianggap paling baik dan memiliki akses tranportasi yang mudah dengan kereta.

"Banyak keunggulan Permata Mutiara Maja sehingga penghuni akan mendapatkan kenyamanan dan keamanan yang paripurna. Kami akan terus mendorong agar bisa makin banyak penjualan borongan (bulk sales),” ujar Cornelius dalam siaran pers, Rabu (4/3).

Pegawai Kantor Pusat Ditjen Pajak membeli rumah di cluster Topaz yang baru diluncurkan tahun ini dengan luas bangunan 27 m2 dan luas tanah 60 m2. Unit rumah dengan harga Rp135 juta itu dibeli dengan fasilitas pembiayaan FLPP.

"Kami berharap ke depan kuota FLPP ditambah karena minat masyarakat sangat tinggi," imbuh Cornelius.

Sementara dipilihnya BTN, kata dia, karena merupakan penyalur KPR subsidi terbesar. Dalam menjalankan program buat pegawai Ditjen Pajak yang belum memiliki rumah, KPR dilaksanakan oleh BTN Cabang Tangerang dan BTN Cabang BSD dengan koordinasi dari BTN Kanwil 2.

Saat ini, dari total lahan seluas 200 hektare, Permata Mutiara Maja sudah dikembangkan sekitar 50 hektare dengan 2.000 unit rumah sudah dibangun dan dihuni 500 kepala keluarga (KK). Diproyeksikan pengembangan perumahan Permata Mutiara Maja akan selesai dalam waktu 5-6 mendatang.

Rencana tahun ini Permata Mutiara Maja akan meluncurkan 2 cluster, terdiri dari 1 cluster untuk unit subsidi dan 1 cluster untuk unit nonsubsidi (komersial).

“Pada 2019 lalu, Permata Mutiara Maja berhasil menjual 1.500 unit. Target penjualan tahun 2020 masih sama dengan tahun lalu, yaitu 1.500 unit dengan komposisi unit nonsubsidi lebih banyak," ujar Cornelius.

Secara umum, Cornelius optimistis pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan menanjak. “Tantangan di 2020 lebih ke arah imbasnya Indonesia secara makro dan mikro dari politik dunia antara Amerika dan China. Mudah-mudahan Presiden Jokowi serta kabinetnya bijak dalam memilih langkah-langkah ke depan,” kata Cornelius. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT