05 March 2020, 05:10 WIB

Virus Korona tidak Menghalangi Penyelenggaraan IIMS


(Gan/S-1) | Otomotif

PENYELENGGARAAN pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020 dinyatakan tetap berlangsung, meski wabah infeksi virus korona (covid-19) mulai merambah Tanah Air.

"Dyandra Promosindo (penyelenggara IIMS) menyatakan bahwa pameran IIMS 2020 akan tetap berjalan dengan meningkatkan kewaspadaan atas dasar keamanan, keselamatan, dan kesehatan sebagai faktor utama dengan mengikuti keputusan resmi dari pemerintah ataupun pihak-pihak yang memiliki otoritas," ungkap Dyandra Promosindo dalam pernyataan resmi yang diterima, kemarin.

Sebagai penyelenggara, pihaknya berharap dampak virus korona tidak meluas sehingga situasi akan kondusif dan pandemi covid-19 akan mereda.

Sampai saat ini, penyelenggara IIMS 2020 tetap melakukan persiapan. Rangkaian persiapan diharapkan berjalan lancar sesuai jadwal.

"Seperti kegiatan technical meeting yang dilakukan pada Selasa (3/3) hingga Jumat (6/3) mendatang dan tetap ramai dihadiri oleh para exhibitor maupun sponsor. Dyandra Promosindo juga akan memantau setiap pembaruan perkembangan informasi dari pemerintah dan lembaga terkait," kata Dyandra.

Pameran otomotif tahunan IIMS 2020 rencananya digelar pada 9-19 April 2020 di JI Expo Kemayoran, Jakarta. Lebih dari 20 agen pemegang merek (APM) otomotif roda empat dan roda dua dikonfirmasi mengikuti pameran otomotif ini.

Untuk APM roda empat yang menyatakan ikut ialah BMW, DFSK, Honda, Hyundai, Mazda, Mini, Mitsubishi, Nissan, Suzuki, Toyota, dan Wuling. Dari kelompok roda dua ada APM motor AHM (Honda), Benelli, Electro, Kawasaki, Kymco, Royal Enfield, Viar, dan Yamaha.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, mengungkapkan sejauh ini belum ada komunikasi untuk membatalkan atau menunda perhelatan IIMS. "Sejauh ini karena belum keputusan apa-apa kami masih on schedule, tapi memang kewaspadaan terkait isu ini meningkat satu level. Kami akan terus memantau dan mudah-mudahan tidak semakin memburuk," ujar Hendra.

Menurut Hendra, bila pemerintah tiba-tiba memberikan imbauan untuk menunda segala bentuk acara yang membuat masyarakat berkumpul secara masif terkait dengan kekhawatiran korona, pihaknya akan siap mengikuti arahan tersebut. "Kalau ada imbauan seperti itu, kita pasti ikut. Tidak mungkin juga mengambil keputusan berbeda. Bagaimanapun keselamatan nomor satu. Kami berharap segera membaik," tandas dia.

Seperti yang diketahui, pada Senin (2/3), Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang di Indonesia yang positif terjangkit novel coronavirus (covid-19) atau juga disebut sebagai Wuhan coronavirus. Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, mengonfirmasi bahwa kedua orang yang positif korona sedang menjalani perawatan di rumah sakit. (Gan/S-1)

BERITA TERKAIT