04 March 2020, 21:19 WIB

Kondisi Pasien Virus Korona Membaik, Tapi Psikologis Terganggu


Atalya Puspa | Humaniora

DUA orang pasien Covid-19 dilaporkan terus membaik kondisi kesehatannya. Berbagai gejala seperti batuk, pilek, dan sesak nafas sudah mulai berkurang.

Meski demikian, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan, kedua pasien tersebut mendapatkan tekanan psikologis akibat identitasnya yang tersebar di dunia maya.

"Kasus satu dua gak panas, batuk kadang-kadang, pilek enggak, sesak enggak. Secara fisik baik-baik. Secara psikologis gak nyaman, karena identitasnya tersebar, alamat rumah, dan sebagainya. Ini yang kemudian membuat gak nyaman," kata Yurianto di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan (4/3).

Yurianto menyatakan, atas ketidaknyamanan kedua pasien, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta penegak hukum untuk menangani kasus penyebaran identitas tersebut.

Baca juga : Kemenkes Isolasi 4 Orang dari Amigos Restaurant

Mengenai 76 tenaga medis yang sempat menangani pasien tersebut, Yurianto mengungkapkan telah dilakukan penanganan oleh pihak Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Namun, Yurianto menegaskan, sebagai tenaga kesehatan, risiko penularan penyakit memang selalu ada bagi tenaga kesehatan. Tetapi, hal itu dapat ditekan dengan menjalankan prosedur pekerjaan yang berlaku.

"Menurut saya, petugas kesehatan sejak dia dididik awal dia diajarkan berhadapan dengan risiko, yaitu penyakit. Itu langkah awal melindungi diri. Sepanjang SOP melindungi ini dilakukan gak masalah. Bahkan ini jadi prasyarat mutlak. Kalau SOP ini dijalankan dengan baik, maka tidak perlu melakukan sesuatu," bebernya. (OL-7)

BERITA TERKAIT