04 March 2020, 22:05 WIB

Pemerintah Cari Negara Alternatif Produsen Bahan Baku Obat


Indriyani Astuti | Humaniora

MEREBAKNYA virus Korona (covid-19) yang berawal dari Wuhan, Tiongkok turut berimbahas pada sektor farmasi. Produksi obat dalam negeri diperkirakan akan terkendala lantaran Indonesia masih menggantungkan impor bahan baku dari Tiongkok.

Saat menanggapi hal itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyampaikan Indonesia sedang mengusahakan impor bahan baku obat dari negara selain Tiongkok. Hal itu guna memastikan pasokan obat-obatan tercukupi.

Baca juga: Dorong Kemandirian Industri Farmasi

"Pemerintah sedang mengusahakan impor dari negara lain selain China, memperbesar impor dari negara lain," ujar Wapres kepada media di Kantor Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, hari ini.

Menurutnya, wabah virus Korona menjadi dorongan bagi Indonesia untuk mengembangkan industri farmasi dalam negeri sehingga dapat memproduksi bahan baku obat sendiri.

"Ini juga ada hikmahnya, kemudian kita menjadi harus bersiap untuk menyiapkan bahan baku obat-obatan dan vitamin itu," ujarnya.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi) menyatakan bahan baku obat diperkirakan hanya cukup hingga kuartal kedua tahun ini atau April hingga Juni. Hal itu merupakan dampak dari adanya wabah virus Korona di Tiongkok sehingga negara itu menurunkan produksi.

Direktur Eksekutif GP Farmasi Dorojatun menyampaikan bahwa bahan baku obat di industri farmasi dalam negeri masih bergantung pada impor dari Tiongkok.

Dikatakannya, selain Tiongkok, produsen farmasi di Indonesia juga mengimpor bahan baku dari India. Tetapi, jumlahnya relatif kecil ketimbang dari negara Tirai Bambu tersebut. (Ind/A-2)

BERITA TERKAIT