04 March 2020, 20:53 WIB

10 Balai Penelitian Ditunjuk Memeriksa Spesimen Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan menunjuk 10 balai penelitian untuk menopang Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes dalam memeriksa spesimen terduga virus novel korona (Covid-19).

Hal itu dilakukan untuk efektivitas pemeriksaan spesimen Covid-19 agar tidak perlu dikirim ke Balitbangkes pusat.

"Ada Balai besar di Banjar Baru, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya. Kemudian ada balai di Medan, Batam, Palembang, Makassar, Manado, dan Ambon. Total ada 10," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

Yurianto menyatakan, 10 balai penelitian tersebut telah memiliki standar biosafety level 2 (BSL 2) yang telah mumpuni memeriksa virus dengan keamanan yang terjamin.

Namun, Yurianto menyatakan 10 balai penelitian tersebut hanya mampu memeriksa spesimen menggunakan alat PCR.

"Petugas-petugas ini sudah dilatih di litbang. Tapi hanya dilatih PCR saja, tidak untuk pemeriksaan menggunakan genome sequencing," ucapnya.

Yurianto memastikan, balai penelitian yang tersebar di sejumlah wilayah tersebut mampu melaksanakan pengecekan spesimen. Pasalnya, pengawasan pemeriksaan tetap dilakukan oleh tim dari Balitbangkes.

"Supervisor tetap dari litbang. Stampelnya tetap litbangkes. Dia hanya sebagai pelaksana saja tapi tetap stampelnya. Ini tujuannya untuk memperpendek rujukan spesimen dari Jakarta. Tes virus korona bukan tujuan pengobatan karena kita belum punya obatnya," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT