04 March 2020, 20:35 WIB

Pemerintah Perketat Pengawasan Penumpang dari Empat Negara Ini


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

Pemerintah belum memutuskan kemungkinan membatasi penerbangan dari dan ke empat negara, yakni Korea Selatan, Jepang, Italia, dan Iran yang kini menjadi episentrum baru penularan virus korona (Covid-19) di luar Tiongkok. Namun, seluruh warga asing dari keempat negara tersebut yang berkunjung ke Indonesia akan diperiksa ketat.


“Kita sedang mempelajari rekomendasi. Rekomendasi belum ada yang berubah hanya waspada. Empat daerah (negara) itu hanya kita berikan pengawasan khusus bagi penumpang-penumpangnya,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).

Sejauh ini, pemerintah baru menutup sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok. Penutupan itu berlaku sejak 5 Februari 2020.
Terhadap seluruh warga asing asal empat negara tersebut ke Indonesia, tutur Budi Karya, pemberlakuan pengawasan khusus dilakukan melalui pengecekan kesehatan.

“Pengawasannya jalur khusus terus di-scan (suhu tubuh), ada karantina apabila ada yang panas atau pilek,” ujar Menhub.
Pemeriksaan akan dilakukan di seluruh pintu masuk baik udara, darat maupun laut. Selain diperiksa kesehatannya, warga dari empat negara itu juga harus mengantongi sertifikat kesehatan untuk bisa melenggang ke Tanah Air.

“Mereka harus punya surat dari otoritas kesehatan negara masing-masing yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak dalam keadaan sakit selama kurun waktu sekian hari sebelumnya,” jelas Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga di Kompleks Istana Kepresidenan.

Pemerintah juga akan mengamati sejarah perjalanan warga dari negara-negara yang telah disebutkan itu. “Kita akan lakukan tracking. Mereka sebelumnya ke mana saja. Apakah berhubungan dengan orang yang terduga mengidap korona,” tandas Moledoko.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) M. Awaluddin memastikan bahwa seluruh lokasi bandar udara di wilayah kerjanya telah menjalankan pengawasan yang ketat terkait virus korona. Bahkan pengawasan ini dikatakan sudah sesuai dengan standar protokol dari Kementerian Kesehatan.

Karena itu, dia tidak ingin ada berita miring mengenai prosedur pengamanan terkait virus korona. Karena sejak merebaknya virus korona Awaluddin mengakui Angkasa Pura II sudah melakukan pengawasan sesuai prosedur.


“Jadi jangan sampai muncul berita hoax, bandara tidak memperhatikan prosedur lalu lintas penumpang, tidak punya peralatan thermal scanning dan lainnya. Itu tidak benar. Dari pertama korona merebak, kami ada SOP dan prosedur yang mengikuti regulasi standar ICAO (International Civil Aviation Organization),” pungkasnya. (Des/Pra/Dhk/E-3)

BERITA TERKAIT