05 March 2020, 01:20 WIB

AS Serang Taliban, Pertama Sejak Perjanjian Damai


MI | Internasional

AMERIKA Serikat melakukan serangan udara pertama, Rabu (4/3), terhadap pasukan Taliban di Afghanistan, kata seorang juru bicara militer, beberapa hari setelah menandatangani perjanjian damai yang ambisius dengan kelompok militan di Qatar.

Juru bicara militer AS Kolonel Sonny Leggett mengatakan dalam sebuah cuitan, serangan ‘defensif’ adalah serangan pertama AS terhadap militan dalam 11 hari. Dia mengatakan serangan itu untuk membalas serangan Taliban terhadap pasukan pemerintah Afghanistan di Nahr-e Saraj di Provinsi Helmand.

Leggett menambahkan pasukan Taliban telah melakukan 43 serangan terhadap militer Afghanistan pada Selasa di Helmand.

Leggett meminta Taliban untuk menghentikan serangan dan menjunjung tinggi komitmen mereka berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada 29 Februari laliu antara para pemimpin mereka dan utusan perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, di Doha, Qatar, yang menetapkan jalan untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Taliban belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan itu sejauh ini atau mengomentari serangan udara AS pada Rabu.
Namun, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada The Associated Press, Rabu, bahwa sepekan pengurangan kekerasan yang dimulai tengah pada 21 Februari telah berakhir.

Leggett mengatakan pasukan AS bertanggung jawab untuk membela sekutu Afghanistan mereka menurut perjanjian antara AS dan pemerintah Afghanistan.

Taliban menewaskan sedikitnya 20 tentara dan polisi Afghanistan dalam serangkaian serangan tadi malam. Serangan datang beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan telepon ‘sangat bagus’ dengan kepala politik Taliban.

“Pejuang Taliban menyerang setidaknya tiga pos tentara di Distrik Imam Sahib di Kunduz tadi malam, menewaskan sedikitnya 10 tentara dan empat polisi,” kata Safiullah Amiri, anggota dewan provinsi.

Seorang pejabat pertahanan mengonfirmasi jumlah tentara, sementara juru bicara kepolisian provinsi Hejratullah Akbari mengkonfirmasi jumlah polisi yang tewas.

Gerilyawan juga menyerang polisi di Provinsi Uruzgan, enam polisi tewas dan tujuh lainnya cedera.

Kekerasan ini mengacaukan proses perdamaian Afghanistan yang baru lahir. Apa lagi Taliban dan Afghanistan berselisih mengenai pertukaran tahanan menjelang pembicaraan damai 10 Maret. (ABC/AFP/Hym/Nur/I-1)

BERITA TERKAIT