04 March 2020, 20:11 WIB

Pengelola Terminal Blok M Klaim tak Butuh Pemeriksaan Suhu Tubuh


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan

MESKIPUN virus korona sudah masuk ke Indonesia, sejumlah pengelola terminal bus ternyata santai menghadapi wabah tersebut. Hal itu berbeda dengan yang dilakukan pihak bandara atau MRT yang rutin memeriksa setiap calon penumpang dengan alat pengukur suhu tubuh.

Di dua terminal yang kunjungi Media Indonesia pada Rabu (4/3/2020), yakni Terminal Blok-M dan Terminal Kampung Rambutan, pihak pengelola terlihat tidak melakukan pemeriksaan intensif terhadap para penumpang untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19.

Baca juga:Soal Korona, Anies: Tetap Tenang Naik Transportasi Umum

Menurut penuturan Komandan Regu (Danru) Dinas Perhubungan Terminal Blok-M Lenharis Tarmizi, pihaknya belum menerima laporan akan adanya pemeriksaan suhu tubuh di tempat tersebut. "Sudah ada (koordinasi), tapi Dinas Kesehatan DKI tidak datang ke sini," kata Lenharis.

Ia tidak mengetahui pasti apa penyebabnya. Menurut dia, di Terminal Blok M saat ini belum membutuhkan hal tersebut. "Di sini masih aman sih, penumpang juga masih tenang, sedikit yang pakai masker," lanjutnya.

Tak berbeda jauh dengan di Terminal Bus Kampung Rambutan. Tidak tampak petugas dari Dinas Kesehatan yang memeriksa suhu tubuh penumpang dari maupun menuju luar kota. Petugas Dinas Perhubungan DKI di Terminal Kampung Rambutan beralasan hal itu karena alat dan petugas puskesmas yang terbatas.

Baca juga: Sudah 2.000 Orang Konsultasi Virus Korona via Call Center

"Kami rapat dengan puskesmas hari ini, namun memang terbatasnya petugas dan mungkin banyaknya penumpang sulit untuk memeriksa keseluruhan," kata petugas yang enggan namanya di-online-kan.

Menurutnya, penggunaan alat lebih diprioritaskan untuk penanggulangan virus korona ataupun demam untuk pasien yang masuk datang ke puskesmas.

Untuk mengantisipasinya penyebaran virus korona, pihak terminal Kampung Rambutan hanya melakukan imbauan kepada penumpang dan menyediakan wastafel atau tempat cuci tangan lengkap dengan sabun per hari ini.

Baca juga:Korona Mewabah, DPRD: Anies Jangan Gengsi Batalkan Formula E

Ia mengungkapkan ada beberapa perusahaan otobus (PO) bus yang berinisiatif menyediakan hand sanitizer di bus masing-masing. Akan tetapi, tak ada data dari Dishub DKI Jakarta berapa PO yang memberlakukan program ini.

"Tak kami data karena bukan kewajiban dari kami, kami hanya mengimbau," lanjutnya.

Rencananya pihak Terminal Kampung Rambutan akan melakukan bagi-bagi masker gratis kepada penumpang. Namun, belum dipastikan kapan itu terlaksana. (Wan/A-3)

BERITA TERKAIT