05 March 2020, 00:55 WIB

Kunjungan Raja Belanda Tawarkan Investasi Baru


MI | Internasional

KEMENTERIAN Luar Negeri RI mengatakan kunjungan kenegaraan penguasa Belanda, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima, ke Indonesia akan membawa empat menteri dan hampir 200 delegasi pengusaha.

Kalau biasanya seorang pemimpin atau kepala pemerintahan suatu negara merangkaikan lawatan kenegaraannya ke beberapa negara sekaligus, kunjungan Raja-Ratu Belanda pada 9-13 Maret mendatang hanya akan fokus di Tanah Air.

“Khusus ke Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa Raja dan juga pemerintah Belanda memberikan arti yang sangat penting bagi hubungan bersejarah yang panjang antara kedua negara,” kata Kemenlu dalam media gathering di Pejambon, Selasa (3/3).

Setidaknya beberapa fokus utama berkait kunjungan itu adalah kerja sama ekonomi, managemen air, dan pengembangan SDM di Indonesia. Hal itu tentu segaris dengan sejumlah prioritas kebijakan pemerintah Indonesia seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan peningkatan SDM.

Empat menteri yang akan mendampingi kunjungan Raja Willem-Alexander adalah menteri luar negeri, menteri perdagangan, menteri infrastruktur, dan menteri kesehatan. Sementara 200an delegasi mewakili berbagai sektor, terutama bidang-bidang yang selama ini menjadi unggulan Belanda.

Di antara perusahaan itu adalah startup sosial The Great Bubble Barrier yang mengelola pengendalian limbah plastik di saluran.
Selanjutnya perusahan pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular Upp!, Tritech Natural BV, dan NV Afvalzorg Holding, serta perusahaan galangan kapal Damen.

Para pengusaha Belanda juga siap untuk menawarkan investasi. Akan ada 5-6 kesepakatan bisnis berskala besar yang akan ditandatangani dan sekitar 30 kesepakatan kecil lainnya.

Belanda saat ini menjadi investor terbesar dari Eropa di Indonesia dan mitra dagang terbesar kedua di Eropa. Indonesia juga membutuhkan dukungan Amsterdam untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) antara Indonesia dan Eropa yang sedang dinegosiasikan.

Indonesia dan Belanda telah menjalin mitra komprehensif sejak 2013. Data Kemenlu RI menunjukkan pada 2019, Belanda melaksanakan 1.040 proyek investasi di Tanah Air dengan nilai US$2,09 miliar.

Data Departemen Asia dan Oseania di Kemenlu Belanda menunjukkan, total investasi RI di Negeri Kincir Angin 210 juta euro, sementara investasi Belanda di Indonesia 4,2 miliar euro (2018). Oleh karena itu Belanda adalah investor Eropa terbesar. (Hym/I-1)

BERITA TERKAIT