04 March 2020, 19:58 WIB

Ini Dia Tiga Dosa Pendidikan yang Kena Sanksi


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mengeluarkan kebijakan yang bertujuan memberi efek jera bagi pelaku tiga dosa di dunia pendidikan Indonesia.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, ada tiga dosa di dunia pendidikan yang tidak dapat ditoleransi yakni radikalisme atau intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

“Ini adalah dosa yang tidak bisa saya maafkan. Untuk meng-handle ini harus ada berbagai macam elemen, yang pertama adalah kebijakan dan policy yang jelas mengenai apa konsekuensi terhadap itu, ini yang sedang dirumuskan,” kata Nadiem dalam audiensi bersama Media Group di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3).’

Nadiem berpendapat, harus ada penindakan atau konsekuensi yang jelas bagi para pelaku, sehingga kejadian serupa tidak akan terulang lagi. Menurutnya, kasus-kasus yang telah terekspos saat ini hanyalah sebagian kecil dari kejadian yang sebenarnya.

“Yang terbukti, terlapor itu hanya tip of the iceberg (ujung dari gunung es), itu angka saya tidak percaya. Realitanya jauh lebih besar dan itu harus kita pastikan muncul di permukaan,” ujarnya.

Selain menyiapkan sanksi yang dapat menimbulka efek jera, Nadiem berpendapat, perlu keterlibatan murid-murid itu sendiri dalam tindakan pencegahan dan pelaporan.

Dia mencontohkan seperti program antisipasi bullying yang dijalankan UNICEF yakni menugaskan murid sebagai influencer di kelasnya untuk melakukan monitoring terhadap perilaku yang menjurus pada perundungan.

“Dengan adanya itu, dia melihat dan waspada. Dan itu jadi tugas dia dan kebanggaan dia bahwa dia sekarang memonitor, jadi sifatnya sangat efektif,” pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT