05 March 2020, 00:30 WIB

Korea Selatan Laporkan Infeksi Covid-19 Terendah


MI | Internasional

KOREA Selatan melaporkan jumlah kasus baru virus korona baru (Covid-19) terendah selama seminggu, Rabu (4/3). Pemerintah mengusulkan anggaran tambahan hampir US$10 miliar untuk mencoba mengatasi dampak epidemi tersebut.

Seoul mengumumkan 435 kasus baru pada Rabu, jauh di bawah kenaikan 851 pada Selasa--ketika Presiden Moon Jae-in menyatakan ‘perang’ terhadap virus tersebut--dan peningkatan terendah sejak 26 Februari.

Total kasus Korsel, yang sudah menjadi yang terbesar di dunia di luar Tiongkok, mencapai 5.621. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel mengatakan empat orang lagi telah meninggal, sehingga jumlah korban tewas menjadi 32 jiwa.

Pemerintah mengusulkan anggaran tambahan sebesar 11,7 triliun won (US$9,9 miliar) pada Rabu untuk meningkatkan sistem pencegahan penyakit menular di negara itu dan mendukung usaha kecil dan menengah.

Itu adalah bagian dari paket 30 triliun won (US$25 miliar) yang diumumkan Moon Selasa untuk mengatasi situasi suram yang diakibatkan oleh wabah tersebut.

“Moon membatalkan perjalanannya ke Uni Emirat Arab, Mesir, dan Turki yang dijadwalkan akhir bulan ini untuk fokus menangani epidemi,” kata kantornya.

Korea Selatan telah mengalami peningkatan pesat dalam infeksi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir saat pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 260.000 orang yang terkait dengan Gereja Shincheonji, sebuah sekte keagamaan yang yang disebut berkontribusi terhadap lebih dari setengah kasus virus korona di negara itu.

Di sisi lain, seorang ulama Muslim berusia 70 tahun di Irak meninggal pada hari Rabu akibat terpapar virus korona baru. Ini merupakan kematian pertama dari wabah di sebuah negara di mana 31 orang telah terinfeksi.

“Ulama Irak itu telah dikarantina di kota Sulaimaniyah di timur laut sebelum kematiannya,” ujar seorang juru bicara otoritas kesehatan wilayah otonomi Kurdi mengatakan.

Ia baru-baru ini bertemu dengan warga Irak yang kembali dari negara tetangganya Iran, yang telah mencatat wabah paling mematikan ketiga di luar Tiongkok.

Irak adalah salah satu pasar ekspor terbesar Iran dan tujuan populer bagi peziarah Iran yang mengunjungi kota suci Najaf dan Karbala.(AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT