04 March 2020, 23:30 WIB

Bahaya, Kolam Renang di Atas Sesar


MI | Nusantara

PATAHAN Lembang seharusnya tidak diganggu. Pasalnya, bahaya bisa mengancam jika pembangunan dilakukan di atas sesar.

“Pembangunan di kawasan wisata di jalur patahan Lembang sah-sah saja selama unsur mitigasi diperhatikan. Tapi, mendirikan bangunan di atas sesar sangat berbahaya,” ujar peneliti kegempaan dari Institut Teknologi Bandung, Nuraini Rahma Hanifa, saat berbicara dalam diskusi publik yang digelar Karang Taruna Desa Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (4/3).

Diskusi soal sesar Lembang itu digelar karena keprihatinan anak-anak muda di desa itu setelah seorang pengusaha akan membangun taman air di wilayah itu. “Membangun kolam renang di atas sesar yang terus bergerak, otomatis akan membuat airnya melebar kemana-mana. Yang bahaya juga mendirikan fasilitas umum di atas sesar, seperti sekolah, puskesmas, rumah sakit atau klinik,” tegas Nuraini.

Di atas sesar, lanjutnya, seharusnya dibangun jalur hijau, taman dan tempat wisata tanpa bangunan.
Sesar atau patahan Lembang membentang sepanjang 29 kilometer dari ujung barat ke timur Bandung. LIPI menyatakan sesar ini memasuki siklus pelepasan energi.

Di Sumatra Barat, Pemkot Sawahlunto melakukan penanaman akar wangi sebagai upaya meminimalkan risiko tanah longsor. “Kami menyiapkan 20 ribu bibit akar wangi untuk ditanam di kawasan Puncak Polan, Tanjung Sari, Kecamatan Lembah Segar,” jelas Wali Kota Deri Asta. (DG/YH/CS/N-2)

BERITA TERKAIT