04 March 2020, 19:26 WIB

Masker Langka, Pemkot Balikpapan Bagikan Gratis


Rudi Agung | Nusantara

MASKER di sejumlah apotek dan minimarket di Balikpapan, Kalimantan Timur langka. Beberapa tempat mengaku tidak menjualnya lagi. Akibatnya harga masker melonjak karena permintaan tinggi. Lantaran itu, Pemkot Balikpapan membagikan masker dengan gratis disejumlah titik.

"Memang terjadi kelangkaan masker dan juga cairan antiseptik. Karena permintaan tinggi dan pasokan berkurang akibat produksi yang menurun. Apalagi bahan baku membuat masker dipasok dari luar negeri," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty, Rabu (4/3)

Menyikapi kelangkaan masker ini, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi membagikan ribuan masker secara gratis ke masyarakat. Pembagian ribuan masker ini dilakukan oleh Wali Kota Rizal Effendi dan Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud.

Menurut Rahmad Mas'ud, stok masker di pasaran langka tapi di Dinas Kesehatan masih aman. Sebanyak 92 ribu lebih masker masih tersedia di Dinkes Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Pembagian masker kita bagi dua, saya dan tim membagikan di Plaza Balikpapan. Untuk Mall Pentacity Balikpapan Superblock  pembagiannya oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi," jelas Rahmad.

Ia membagikan masker kepada pengendara roda doa, juga pengunjung dan pekerja di mall, Jalan Jenderal Sudirman.

Turut mendampingi pembagian masker dari unsur Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Diskominfo Balikpapan, serta sejumlah staf Humas dan Protokol Pemkot Balikpapan.

Rahmad mengatakan sebanyak 2.500 masker ludes dibagikan kepada warga, hanya dalam waktu satu jam lebih.

Setiap warga yang dijumpai langsung diberi masker, sekaligus dilakukan sosialisasi serta disampaikan bahwa Balikpapan masih aman dari virus korona.

Rahmad Mas'ud juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya pembagian masker dilakukan menyusul adanya empat warga Balikpapan yang diisiolasi di Rumah Sakit Umum Kanujoso Djatiwibowo (RSUKD) Balikpapan, terkait suspect korona.

Keempat warga itu, sambung Rahmad, mengalami demam tinggi setelah pulang dari berlibur di Korea. Sedangkan dua warga lainnya jamaah umrah yang baru kembali ke Balikpapan. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT