04 March 2020, 20:15 WIB

Kemarau Panjang, Bengkalis Alami Kebakaran Hutan dan Lahan


Antara | Nusantara

AKIBAT musim kemarau yang berkepanjangan, sejumlah Kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis Riau dilanda Kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Tajul Mudaris mengatakan, ada sembilan Kecamatan saat ini dilanda Karhutla,Tim yang tergabung dari TNI, Polri, BPBD, Damkar dan masyarakat berjibaku memadamkan api dilokasi yang terbakar. "Enam Kecamatan tersebut diantaranya Rupat Utara, Rupat. Bengkalis, Bantan, Siak Kecil, Bukit Batu, Bathin Solapan, Mandau dan Tualang Mandau," ujar Tajul Mudaris, Rabu.

Diungkapkannya, untuk Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, merupakan wilayah yang paling luas dilanda Karhutla, diperkirakan puluhan hektare lahan terbakar. "Saat ini tim gabungan masih upaya melakukan pemadaman dilokasi kejadian yang masih ada titik api.Kebakaran hutan tersebut semakin meluas, kendala sejauh ini cuaca cerah angin sedang dan minim nya sumber air," kata Tajul.

Untuk wilayah Karhutla yang terjadi di Kecamatan Bengkalis merupakan lahan tidur milik Negara dan lahan milik PT MAS (kelapa sawit) dan sudah dilakukan pemadaman oleh tim yang turun ke lokasi yang terbakar.  "Ketebalan tanah gambut yang terbakar dan tiupan angin kencang membuat api cepat meluas dan menjadi penghambat tim untuk proses pemadaman, diperkirakan enam hektare luas lahan yang terbakar," kata Tajul.

Diungkapkannya juga, ada beberapa Kecamatan yang dilanda Karhutla sudah dapat diatasi oleh tim yang turun kelapangan dan saat ini tinggal tahap pendinginan, seperti di Kecamatan Siak Kecil, Bantan dan Mandau. "Lokasi yang terbakar pada umumnya lahan kosong dan perkebunan masyarakat, ditambah lagi struktur tanah gambut dan perlu dilakukan pendinginan dilokasi yang tetbakar agar api tidak muncul kembali," kata Tajul.

Tajul juga menghimbau kepada masyakat untuk tidak membakar lahan dalam membuka areal perkebunan, dampak dari Karhutla ini sangat besar dan merugikan semua pihak. "Kami bersama TNI, Polri terus mengimbau masyarakat, baik itu melalui sosialisasi maupu himbaun secara tertulis ke setiap Kecamatan agar masyarakat tidak membakar lahan dalam membuka areal perkebunan," ujar Tajul. (OL-12)

BERITA TERKAIT