04 March 2020, 18:59 WIB

10 Dokter Diterjunkan Langsung Tangani DBD di Sikka


Palce Amalo | Nusantara

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengirim 10 dokter ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu menangani korban demam berdarah dengue (DBD) yang terus bertambah. "Sepuluh dokter ini sudah tiba dan sedang bertugas. Mereka ditempatkan
di rumah sakit dan puskesmas," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, Rabu (4/3).

Sikka sempat kewalahan menangani wabah DBD lantaran jumlah korban jiwa dan korban yang menjalani perawatan terus mengalami peningkatan. Sampai Rabu (4/3) korban meninggal akibat DBD di daerah itu telah mencapai 11 orang, dan 1.085 orang dirawat. Sedangkan total korban meninggal akibat DBD di NTT telah mencapai 25 orang dan 2.483 orang dirawat.

Selain itu, sebuah organisasi di Jakarta bernama Tenaga Sosial Solidaritas Indonesia juga menyalurkan bantuan untuk mencegah penularan
DBD berupa 8.000 sachet autan antinyamuk dan 1.000 kelambu.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan NTT juga menyalurkan bantuan dokter, 2.300 galon abate, 803 paket malathion, 1.270 paket Rapid Diagnostic Test (RDT) atau tes diagnostik cepat DBD, dan Star D Plus Dengue NSI Antigen-Lcs sebanyak 175 paket untuk deteksi dan infeksi akut virus dengue.

Pemberantasan sarang nyamuk Selain itu, seluruh instansi pemerintah sampai desa terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah berkembangnya nyamuk pembawa virus dengue. "Kegiatan PSN berlangsung secara rutin selama 14 hari ke depan dipimpin bupati," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pengasapan atau fogging dan abatesasi juga masih terus berlangung, serta pembagian losyen antinyamuk untuk siswa sekolah. "DBD ini penyakit berbasis lingkungan sehingga kita melakukan kegiatan PSN secara rutin," kata Petrus Herlemus.

Terkait terus bertambahnya korban jiwa, menurut Petrus, para korban sudah dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis bahkan syok. Karena
itu, dia mengimbau warga yang anggota keluarganya terjangkit DBD segera dibawa ke rumah sakit agar penanganan dilakukan lebih awal, sekaligus mengantisipasi kembali jatuhnya korban jiwa. (OL-12)

BERITA TERKAIT