04 March 2020, 18:53 WIB

Nadiem: Radikalisme Noda Dunia Pendidikan yang Wajib Diberantas


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, radikalisme atau intoleransi menjadi salah satu dari tiga dosa di bidang pendidikan yang tidak bisa ditoleransi. Dia mengungkapkan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memberantas radikalisme dari dunia pendidikan.

Pertama, yakni melalui proses rekrutmen guru. Dari proses rekrutmen ini diharapkan dapat menyaring atau mencegah masuknya guru yang bersifat intoleran.

“Elemen untuk mengetahui apa posisi ideologi si guru dari rekrutmen,” kata Nadiem dalam audiensi bersama Media Group di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3).

Baca juga:Hindari Korona, Anak TK Ubah Cara Salaman 

Selain itu, dengan digelarnya asesmen dan survei karakter yang digelar setiap tahun, dapat mengukur level intoleransi pada suatu sekolah.

“Tentunya tes itu akan kita sempurnakan setiap tahun. Tapi paling tidak ada indikator di setiap sekolah kita bisa memetakan secara relatif siapa yang di zona merah,” tuturnya.

Baca juga:Kemenko PMK Panggil Kementerian Bahas Penyaluran Dana BOS

Tidak ketinggalan, Nadiem juga tengah merumuskan kebijakan atau policy yang diharapkan dapat menimbulkan efek jera pada pelaku intoleransi.

“Untuk menghandle ini harus ada berbagai macam elemen, seperti kebijakan dan policy yang jelas mengenai apa konsekuensi terhadap itu, ini yang sedang dirumuskan,” tandasnya. (Aiw/A-3)

BERITA TERKAIT