04 March 2020, 18:46 WIB

Korona Semakin Mewabah, Iran Bebaskan Ribuan Tahanan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PEMERINTAH Iran membebaskan lebih dari 54.000 tahanan dalam upaya melawan wabah virus korona (COVID-19) di dalam penjara yang penuh sesak.

Juru bicara pengadilan, Gholamhossein Esmaili, mengatakan para tahanan diizinkan keluar dari penjara, setelah menjalani hasil pemeriksaan menunjukkan negatif korona. Berikut, mengirimkan uang jaminan.

"Tahanan keamanan yang dijatuhi hukuman lebih dari lima tahun tidak akan dibebaskan," kata Esmaili.

Pekerja amal Inggris-Iran yang dipenjara, Nazanin Zaghari-Ratcliffe, mungkin akan segera dibebaskan. Hal itu diungkapkan anggota parlemen Inggris, Tulip Siddiq.

Baca juga: Penasehat Pemimpin Tertinggi Iran Meninggal Karena Virus Korona

Pada Sabtu waktu setempat, suaminya meyakini sang istri terjangkit virus korona di Penjara Evin, Teheran. Namun, pihak berwenang menolak untuk melakukan tes kesehatan.

Akan tetapi Esmaili bersikeras bahwa Zaghari-Ratcliffe telah menghubungi keluarga, sekaligus memberi tahu kondisi kesehatannya.

Zaghari-Ratcliffe dipenjara selama lima tahun pada 2016, setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase, yang telah dibantahnya. Pemerintah Inggris juga menegaskan dia tidak bersalah.

"Kami menyerukan pemerintah Iran untuk segera mengizinkan para profesional kesehatan ke Penjara Evin, untuk menilai kondisi dua warga negara Inggris-Iran," bunyi keterangan Kementerian Luar Negeri Inggris.

Wabah virus korona di Iran menewaskan sedikitnya 77 orang dalam waktu kurang dari dua minggu.(BBC/OL-11)

 

BERITA TERKAIT