04 March 2020, 18:41 WIB

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 35 Ribu Baby Lobster ke Vietnam


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

Direktorat Polisi Air Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sedikitnya 35.350 baby lobster dari Jawa tujuan Vietnam. Penyelundupan ini tadinya akan dilakukan melalui pelabuhan tikus di Bengkalis, Riau, kemarin.

Dalam penindakan itu, polisi menangkap lima tersangka yaitu Abu Bakar, 49, Hendri, 45, Erizal, 37, Adi Irawan, 26, dan Okta Raditia, 25. Kelimanya ditangkap di rumah Jalan Lintas Sungai Pakning-Dumai, Desa Tenggayun, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, sekitar pukul 18.10 WIB, Selasa (3/3).

"Rencananya baby lobster senilai Rp5 miliar itu akan dibawa ke Malaysia, lalu ke Singapura untuk selanjutnya dikirimkan ke Vietnam untuk dibudidayakan. Seperti kita tahu, Vietnam adalah penghasil lobster terbesar di dunia, namun benihnya berasal dari Indonesia," kata Direktur Ditpolair Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Badaruddin di Pekanbaru, kemarin.

 

Baca Juga: Manisnya Bisnis Lobster

 

Dijelaskannya, sebanyak 35 ribu baby lobster yang disita terdiri dari tiga jenis, pasir, batik, dan mutiara. Jenis pasir sebanyak 170 kantong
masing-masing berisi 250 ekor atau 26.750 ekor, batik sebanyak 39 kantong berisi 200 ekor dengan total 7.800 ekor serta jenis mutiara tiga kantong berisi 265 ekor dengan total 795 ekor.

"Baby lobster jenis batik dan pasir per ekor dijual seharga Rp150 ribu dan mutiara seharga Rp200 ribu. Kerugian berdasarkan kalkulasi Balai Karantina Pekanbaru adalah sebesar Rp5.331.500.000," jelas Badaruddin.

Baca Juga: Ekspor Benih Lobster Jelas Dilarang

Selain itu, tim Ditpol air juga menyita barang bukti mobil Innova berwarna silver dengan nomor polisi A 1016 XD, 2 tabung oksigen, dan 2 jeriken berisi air bersih. Tim polisi juga masih mengejar tersangka BM yang disebut sebagai pemesan dari baby lobster tersebut. (RK/OL-10)

BERITA TERKAIT