04 March 2020, 18:37 WIB

Pemkot Palembang Minta 50 Ribu Masker ke Pusat


Dwi Apriani | Nusantara

PEMERINTAH Kota Palembang meminta bantuan Pemerintah Pusat sebanyak 50 ribu masker. Hal ini akibat merebaknya pemberitaan mengenai virus korona. Masker dan cairan antiseptik pun kini hilang di pasaran di Palembang. Hampir semua apotek, minimarket hingga hipermarket tidak lagi menjual dan menyediakan dua jenis produk itu. Keduanya seakan lenyap dari peredaran, dimana tidak ada stok atau kosong.

Hal itu pula yang membuat keresahan di tengah masyarakat. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palembang pun melakukan antisipasi pencegahan virus korona di daerahnya.

Sekretaris Setda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan bantuan ini diusulan Pemkot Palembang melalui Dinas Kesehatan Kota Palembang. "Saya sudah koordinasi dengan terkait minta bantuan 50 ribu masker. Hanya saja kita belum mendapatkan respons. Sebab, dari pusat saat ini memang masih belum ada khususnya di distributor-distributor," kata dia.

Meski demikian, Dewa secara tegas mengatakan Pemkot Palembang tak akan berdiam diri mereka akan tetap terus mengupayakan sebagai bentuk antisipasi pencegahan bagi masyarakat Palembang. "Kita tetap akan cari solusi terbaik," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kadinkes Kota Palembang, Dr Ayus mengatakan, ketersediaan stok masker khususnya untuk masker jenis N95 dan masker medis masih mencukupi. Namun, untuk kondisi saat ini peruntukkan masker N95 digunakan bagi penderita yang terjangkit ataupun guna melindungi pekerja perawat kesehatan terhadap infeksi pernapasan akut yang menular.

"Kita harap masyarakat mengetahui perbedaan penggunaan jenis masker yang digunakan. Sebenarnya, dengan kondisi Kota Palembang saat ini belum ditemukan yang terjangkit virus corona, masyarakat cukup menggunakan masker medis biasa saja," jelasnya.

Ia meminta masyarakat pun diharapkan bisa menyaring informasi dengan baik terkait langkah-langkah pencegahan virus corona. Karena jika salah malah justru akan berdampak buruk. "Contohnya menggunakan tisu basah untuk masker itu tidak dibenarkan, malah justru menghirup terus-menerus alkohol atau antiseptik yang ada di tisu basah akan berbahaya," jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan selalu mengedepankan pola hidup sehat, selalu cuci tangan dan makan bergizi. Dengan kondisi imunitas yang baik pencegahan virus dapat dilakukan. (OL-12)

BERITA TERKAIT