04 March 2020, 18:24 WIB

Korona Merebak, Dirut Angkasa Pura II Laris Ditelepon Menteri


Despian Nurhidayat | Humaniora

DIREKTUR Utama PT Angkasa Pura II (Persero) M. Awaluddin bercerita semenjak wabah virus korona diumumkan sudah memasuki Indonesia, jalur komunikasi terhadapnya tak henti berbunyi. 

Bahkan, sejumlah menteri kerap menghubungi dirinya. Dia pun menyebutkan nama beberapa menteri seperti, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Baca juga: Tak ada Suspect Korona di Diamond Princess dan World Dream

"Karena yang telpon sejak korona ini banyak sekali. Dari Pak Menteri BUMN telepon mengonfirmasikan lagi sesuatu hasil ratas kemarin. Jadi agak laris telepon saya sejak korona merebak. Menteri Perhubungan apalagi, Menteri BUMN, Menteri Luar Negeri dan banyak yang perlu kita kordinasikan," ungkapnya di Jakarta, Rabu (4/3).

Seperti diketahui, bandara Soekarno-Hatta (Soetta) merupakan gerbang keluar-masuk para wisatawan domestik maupun internasional. Maka tak heran, jika dirinya kerap dihubungi oleh sejumlah menteri terkait pengawasan wisatawan karena Covid-19.

"Karena bandara ini pintu masuk yang sangat menjadi topik dan perhatian dari masyarakat luas. Saya juga dengan Kementerian Kesehatan cerita sedikit betapa kita mengawal itu sepertinya tidak kurang-kurang," lanjut Awaluddin.

Lebih lanjut, Awaluddin juga memastikan bahwa seluruh lokasi bandara di wilayah kerjanya memiliki pengawasan yang ketat terkait virus korona. Bahkan pengawasan ini dikatakan sudah sesuai dengan standar protokol dari Kementerian Kesehatan.

Dengan ini, dia pun tidak ingin ada berita miring mengenai prosedur pengamanan terkait virus korona. Karena sejak merebaknya virus korona Awaluddin mengakui Angkasa Pura II sudah mrlakukan pengawasan sesuai prosedur.

"Jadi jangan sampai muncul berita hoaks, bandara tidak memperhatikan prosedur lalu lintas penumpang, bandara tidak punya peralatan thermal scanning dan lainnya, saya itu tidak benar. Karena dari pertama sejak korona merebak, kita ada SOP dan prosuder yang mengikuti regulasi standart dari ICAO (International Civil Aviation Organization)," pungkasnya.

Selain itu, Awaluddin juga menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan penutupan penerbangan dari Indonesia ke Tiongkok pun sebaliknya. Beberapa penerbangan ke destinasi yang terdampak pun dikatakan akan diperketat.

Hal ini dikatakan sudah sesuai dengan instruksi pemerintah untuk memperketat pengawasan. Namun, dia menegaskan bahwa ini bukan berarti akan ada pelarangan penumpang dari luar negeri, khususnya destinasi yang terdampak korona.

Baca juga: Wapres: Pemerintah Siapkan 135 Rumah Sakit Tangani Pasien Korona

"Saya baru saja dapet instruksi untuk pengetatan pengawasan penumpang dari Korea, Jepang, Iran dan Italia, bukan pelarangan yah. Ini merupakan satu mekanisme khusus yang standarnya sudah ada," ujar Awaluddin.

"Kita juga harus koordinasikan antara maskapai, operator yang dalam hal ini AP2, custom bea cukai apabila penumpang atau pesawat tersebut membawa barang atau logistik, imigrasi dan yang paling penting adalah karantina kesehatan. Karena bisa saja mereka tidak keluar bandara lalu kemudian dikarantina dan kemudian nanti dibawa ke rumah sakit terdekat," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT