04 March 2020, 18:09 WIB

Tangkal Korona, Tanaman Jamu Banyak Diburu


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

PENJUALAN tanaman Jamu di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, meningkat hingga 25%. Kondisi itu terjadi dalam dua hari terakhir, sejak pengumuman kasus positif virus korona (COVID-19) di Indonesia.

"Saya jual paket penangkal korona ini dua hari belakangan. Ada peningkatan sampai 25%," terang Sugito, salah satu pedagang di Pasar Beringharjo, Rabu (4/3).

Satu paket penangkal korona berisi temulawak, jahe, serai dan kayu manis, dengan harga Rp 15 ribu. Paket tersebut bisa dikonsumsi untuk 8 orang.

Sugito mengatakan paket penangkal korona muncul akibat tingginya permintaan konsumen. Ketimbang pembeli bingung meracik tanaman yang dibutuhkan, dirinya berinisiatif untuk membuat kemasan khusus.

Penjual yang memiliki kios di lantai satu ini mengakui stok tanaman jamu semakin berkurang. Alhasil, harga jual tanaman jamu, khususnya empat jenis tanaman penangkal korona, naik sekitar 25-50%. Misalnya, harga jahe dari Rp 38 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 45 ribu per kg.

Baca juga: Menkes Terawan Dorong Rumah Sakit Kembangkan Jamu

Hal senada juga diutarakan Purwoto, yang mengamini adanya lonjakan permintaan tanaman jamu. Bahkan, wedang uwuh yang banyak dijual pedagang di Pasar Beringharjo, sudah habis diborong sejak siang.

"Dua hari belakangan ini ramai," pungkas Purwoto. Dirinya pun berinisiatif membuat racikan empon-empon korona, yang berisi jahe, kunyit, temulawak, serai, kayu manis dan secang. Paket tersebut dibandrol seharga Rp 10 ribu.

Sebelumnya, pakar farmakologi dan terapan Fakultas Farmasi UGM, Mustofa, mengatakan tanaman rempah-rempah, seperti jahe, temulawak dan kunyit, sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium. Tamanan jenis itu dapat meningkatkan sistem imun manusia.

"Jika seseorang imunnya bagus, orang tersebut bisa resisten terhadap infeksi, terutama yang disebabkan oleh virus," jelas Mustofa.

Padahal, lanjut dia, obat-obat antivirus tidak banyak tersedia. Jika tersedia, ada virus yang sudah resisten terhadap antivirus yang sudah beredar. Di lain sisi, virus cepat bermutasi.(OL-11)

BERITA TERKAIT