04 March 2020, 17:40 WIB

Diinjak Gajah Liar yang Mengamuk, Anggota TNI Tewas 


Dwi Apriani | Nusantara

SEORANG anggota Babinsa di Koramil 402-14, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan tewas usai di serang gajah liar yang sedang mengamuk, Rabu (4/3). Anggota tersebut bernama Sertu Iskandar Zulkarnain (49 tahun), yang sudah sejak 2015 bertugas aktif di Kecamatan Air Sugihan tersebut.

Diketahui anggota TNI itu membantu warga dalam melakukan pengusiran gajah liar yang memasuki pekarangan petani di daerah tersebut. Komandan Kodim 0402/OKI, Letkol CZi Zamroni membenarkan adanya anggota yang mengalami peristiwa tersebut. "Tadi pagi ada anggota kita yang mengalami kejadian di serang gajah liar hingga meninggal dunia," ucapnya. 

Dijelaskannya, anggota tersebut tercacat sebagai anggota aktif yang bertugas di Kecamatan Air Sugihan. "Anggota atas nama Sertu Iskandar Zulkarnaen, bertugas sebagai Babinsa di Koramil 402-14/air sugihan sejak 2015," jelasnya.

Ia menyebutkan, korban yang diketahui telah meninggal sempat dibawa ke Puskesmas Kecamatan Air Sugihan dan selanjutnya dibawa ke rumah duka. BKSDA Sumsel memastikan seorang warga pingsan akibat terinjak gajah. "Saya dapat laporan dari camat setempat kejadian pukul 09.00 WIB. Ada satu gajah liar ngamuk dan merusak rumah warga di Banyu Biru," kata Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan.

Tidak lama laporan diterima, Genman pun kembali menerima kabar terbaru adanya warga pingsan. Warga itu pingsan karena terinjak saat akan mengusur gajah liar itu. "Saat menerima laporan itu anggota kita langsung ke lokasi. Belum sampai sudah dapat laporan lagi dari camat ada warga diseruduk sampai diinjak gajah, pingsan," katanya.

Gajah liar tersebut, lanjut Genman, masuk dan merusak rumah warga sekitar. Belum dapat dipastikan kondisi terkini karena di lokasi tengah diguyur hujan deras. "Komunikasi kita terputus dengan anggota di lapangan. Kondisi di lokasi hujan deras, akses juga sangat sulit dan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari Pos Siaga Desa Sidomulyo, Banyuasin," kata Genman.

Sementara terkait korban yang diketahui adalah anggota TNI, Genman belum bisa memastikan. Sebab tim BKSDA belum sampai di lokasi kejadian gajah mengamuk. "Belum bisa dipastikan apakah Babinsa atau bukan korban. Yang jelas saya masih menunggu anggota tiba di lokasi, tetapi untuk adanya kejadian dan korban pingsan benar," kata dia.

Dalam catatan BKSDA Sumsel, kawasan Air Sugihan dan Muara Padang memang banyak gajah. Bahkan jumlahnya diketahui berkisar antara 120-130 ekor. Gajah-gajah liar sendiri dilaporkan sudah beberapa kali konflik dengan warga yang ada di Air Sugihan dan Muara Padang. Namun seluruhnya dapat diatasi setelah tim turun ke lokasi.

Kapolsek Air Sugihan, Ipda Bhakti mengatakan seorang anggota TNI di Air Sugihan dilaporkan karena serangan gajah liar. "Ada TNI meninggal diinjak gajah di Air Sugihan. Korban yakni Sertu Iskandar, Bhabinsa," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, dirinya sudah mendapat informasi tersebut dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto.

Karena itu, Herman Deru akan langsung mengecek sendiri lokasi kejadian perkara dan mendatangi rumah duka, Kamis (5/3). "Kapolda sudah telepon saya dan ada satu anggota TNI yang meninggal karena diserang gajah. Besok kita tinjau. Apakah gajah liar itu masuk area konservasi atau yang lain," kata dia.

Herman Deru membenarkan bahwa di Air Sugihan populasi gajah cukup banyak. "Kita juga mau pastikan apakah gajah yang menyerang anggota TNI ini adalah gajah liar atau gajah yang diasuh dari Lahat. Besok kita datangi lokasi kejadian perkara dan rumah duka," tandasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT