04 March 2020, 16:51 WIB

Memalukan, Dua Pejabat di NTT Adu Jotos di Kantor


John Lewar | Nusantara

HEBOH dua pejabat esalon III di kantor Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), saling adu jotos, Rabu 4/3/2020 pada pukul 13.48 Wita.

Kedua pejabat itu yakni, Kepala bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi, Florianus Rian Gampar (FRG) melawan Kabag Organisasi, Paul Jeramun (PJ).

Tarung bebas tersebut terjadi tepat di depan pintu ruangan bagian protokol dan komunikasi Pemkab Manggarai Barat.

Peristiwa terjadi gara-gara salah pengertian atau ketersinggungan postingan media sosial facebook dan whatsApp pribadi Paul Jeramun berisi video siaran langsung kegiatan penyambutan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr beberapa waktu lalu.

"Saya hanya siaran langsung pribadi melalui WA waktu kedatangan Uskup Ruteng itu. Dan itu sifatnya pribadi saya, bukan mewakili Prokopim (Protokoler dan Pimpinan Daerah). Lalu mengapa dia marah saya," terang Paul Jeramun, Rabu (4/3).

Bukan hanya itu, lanjut dia, Florianus Rian Gampar juga justru marah dan mengancam Paul Jeramun akan dihabisi jika bertemu kapan dan dimanapun. Rian marah karena merasa tugasnya diambil alih oleh Paul Jeramun.

"Dia marah dan mengancam saya, katanya, saya akan habisi engkau jika bertemu dimana saja nanti," tutur Paul J mengutip perbincangan keduanya (PJ) dan (FRG) sambil menunjukan video berdurasi 04.30 detik.

Dalam video berdurasi 04.30 detik itu, terlihat jelas, keduanya (PJ dan FRG) saling serang dan terlihat FRG jatuh ke lantai. Terlihat pula sejumlah orang sedang memapah sambil melerai pertarungan mereka.

Kepada Wartawan, Paul J menunjukan luka ringan pada bibirnya bekas goresan kuku FRG. Namun, saat dikonformasi wartawan, FRG justru membantah kejadian itu. Pasalnya itu tidak benar.

"Kalau tanya saya, saya katakan itu booohong," ungkap FRG singkat.

Dia menegaskan, yang dipersoalkan olehnya yakni PJ lebih mencampuri urusan orang lain yang bukan poksinya.

"Kalau ini di biarkan, siapapun pasti tidak terima. Situasi ini saya akan usahakan berdamai kapan saja dengan Paul Jeramun, "katanya.

Sementara itu, Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula, saat dokomfirmasi wartawan mengaku, dirinya telah mendapatkan laporan atas peristiwa itu.

Dia berjanji akan memanggil keduanya untuk mmengklarifkasi dan menyelesaikan persoalan itu secara internal.

Bupati Dula mengatakan, pada prinsipnya, selama keduanya melakukan hal positif, seperti postingan baik untuk kemajuan dan membangun Mabar itu sah-sah saja. Termasuk pembuatan grup whatsApp dan facebook.

"Sepanjang postingan itu bermaksud baik dari keduanya tidak menjadi masalah, "ucap bupati Dula. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT