04 March 2020, 16:23 WIB

Atasi Imigran Ilegal, Uni Eropa Suntik Jutaan Euro ke Yunani


Nur Aivanni | Internasional

PEMIMPIN Uni Eropa menjanjikan bantuan finansial bernilai jutaan euro kepada Yunani, untuk membantu mengatasi lonjakan imigran dari Turki. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan pihaknya memberikan semua dukungan yang dibutuhkan Yunani.

"Mereka berusaha menguji persatuan Eropa akan kecewa," ujar von der Leyen, yang didampingi Perdana Menteri (PM) Yunani, Kyriakos Mitsotakis, berikut pimpinan Dewan Eropa dan Parlemen Eropa, pada Selasa (3/3) waktu setempat.

Presiden Komisi Eropa itu mengatakan pihaknya akan menyediakan 700 juta euro atau setara US$ 777 juta, untuk membantu penanganan masalah imigran di Yunani.

Selain itu, badan penjaga perairan dan perbatasan Eropa, Frontex, akan mengerahkan tim intervensi cepat, termasuk 100 penjaga tambahan, yang didukung sejumlah kapal patroli pantai, helikopter dan kendaraan.

Baca juga: Pelapor PBB Kutuk Penganiayaan Yunani terhadap Para Imigran

Saat ini, lebih dari 500 penjaga Frontex dikerahkan. Yunani juga menerima berbagai bantuan, mulai dari tim medis hingga perlengkapan lain, seperti tempat penampungan, tenda dan selimut.

"Prioritas pertama kami adalah memastikan bahwa ketertiban dipertahankan di perbatasan luar Yunani, yang juga merupakan perbatasan Eropa," pungkas von der Leyen.

"Saya berkomitmen penuh untuk memobilisasi semua dukungan operasional, yang diperlukan otoritas Yunani," tambahnya.

Sebelumnya, Mitsotakis mengumumkan pasukan perbatasan Yunani telah mencegah lebih dari 24.000 imigran, yang berupaya masuk secara ilegal melalui darat dan laut.

"Eropa belum memenuhi tugas untuk menangani krisis migrasi. Saya berharap krisis ini menjadi sebuah wake-up call bagi semua orang untuk memikul tanggung jawab," ucap dia.

Baca juga: Yunani Halangi Hampir 10 Ribu Imigran di Perbatasan Turki

Badan Pengungsi PBB memperkirakan terdapat 20.000 imigran berkumpul di perbatasan sepanjang 200 kilometer dari Turki. "Itu adalah perkiraan  kasar, karena gerakan ini berlanjut ke sisi yang berbeda," kata Stella Nanou, perwakilan UNHCR di Yunani.

Di tengah klaim Turki bahwa pasukan keamanan Yunani menembak dekat imigran, Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, menekankan penting untuk bertindak secara proporsional. Serta, menunjukkan rasa hormat terhadap martabat manusia dan hukum internasional.

Akan tetapi, Yunani membantah keras tuduhan itu. "Tidak ada tembakan yang dilakukan pasukan perbatasan Yunani terhadap imigran yang memasuki Yunani secara ilegal," tukas juru bicara pemerintah Yunani, Stelios Petsas.

Ribuan orang tiba di perbatasan sejak Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan pemerintah tidak akan menghentikan arus imigran yang mencoba masuk wilayah Eropa.(AFP/OL-11)

 

BERITA TERKAIT