04 March 2020, 15:50 WIB

Hindari Wabah Covid-19, Warga Dunia Ganti Cara Salaman


Bintang Krisanti | Weekend

DI berbagai himbauan soal pencegahan penularan Covid-19, selalu disebut jika kebersihan tangan amat penting. Tidak heran, tangan memang media penularan virus yang mudah dari satu orang ke orang lainnya.

Saat kita tidak bisa sering mencuci atau membersihkan tangan maka yang termudah adalah menghindari kontak tangan. Lalu bagaimana dengan budaya salaman?

Tidak kurang akal, orang di berbagai negara termasuk para pejabat negara kini punya cara baru untuk salaman. Dilansir BBC News melalui akun resmi Instagramnya, @bbcnews, ada dua cara yang populer, yakni 'Wuhan shake' dan 'elbow bump'.

Sesuai namanya, 'Wuhan shake' dipopulerkan oleh beberapa warga Tiongkok. Melalui video yang mereka unggah di medsos, salaman 'Wuhan shake' dilakukan dengan tos kaki seperti yang ada di beberapa tarian pergaulan. Warga Tiongkok dalam video itu melakukannya dengan santai sehingga salaman gaya baru ini terlihat asik dan hangat. Dari beberapa video lainnya, 'Wuhan shake' itu juga diikuti warga di negara Timur Tengah hingga di Afrika. 

Sementara di Amerika Serikat, diantara para politikus mulai populer 'elbow bump'. Sesuai namanya, salaman gaya itu dilakukan dengan saling menyentuhkan siku. Ada pula yang saling menyentuhkan lengan. Semuanya dilakukan dengan santai dan riang sehingga sama sekali tidak mengurangi kesopanan, melainkan justru terlihat lebih akrab.

Di musim wabah Covid-19 sekarang ini memang budaya atau gaya hidup disebut juga harus mengalami penyesuaian. Orang harus mengutamakan kesehatan dan higienitas ketimbang sekadar sungkan pada kebiasaan umum. Masyarakat Prancis yang terkenal sangat hangat pun kini sudah menghindari mencium pipi demi mencegah penularan Korona Wuhan. 

Di Indonesia, beberapa sekolah juga sudah mengeluarkan edaran soal perubahan cara salaman. Tidak lagi dengan mencium tangan guru, melainkan cukup dengan mengatupkan tangan di dada. Sayang di beberapa sekolah, edaran yang sudah ada justru tidak dijaga konsistensinya oleh para guru sendiri. Ada guru yang tetap menyodorkan sehingga para murid mau tidak mau bersalaman. (M-1)

BERITA TERKAIT