04 March 2020, 14:26 WIB

303 Perusahaan Peringkat Merah, Hanya 200 Perusahaan Hijau Emas


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHL) mencatat dari 2.045 perusahaan industri yang ada di Indonesia, hanya 200 perusahaan yang masuk kategori predikat hijau emas, sisanya1.507 Perusahaan peringkat biru, 303 perusahaan peringkat merah dan 2 dinyatakan peringkat hitam.

Sementara ada 13 perusahaan tidak dapat ditetapkan peringkat karena sedang dalam proses penegakan hukum dan 20 perusahaan tidak dapat ditetapkan peringkat karena sudah tidak beroperasi.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah mengatakan bandingkan tahun lalu kinerja perusahaan dan kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup meningkat hingga 85% dari tahun lalu.

"Itu dari segi CSR, upaya konservasi baik dan tidak ada masalah, baik semuanya. Jadi tahun ini lebih banyak 2.045 perusahaan dan tahun lalu cuma 1.900 perusahaan. Jumlahnya meningkat tetapi tingkat ketaatan sama gitu," kata Karliansyah kepada Media Indonesia, Rabu (4/3).

Terkait perusahaan yang mendapatkan peringkat merah, Karliansyah menyebut bahwa perusahaan itu telah dibina agar bisa meningkatkan kinerja dan kepatuhan berdasarkan tata cara dan kriteria sesuai dengan ketentuan Peraturan

Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2014 tentang program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

"Bisa jadi perusahaan merah itu, misalnya air limbahnya di satu titik atau dasar parameter bermasalah, artinya setelah bulan itu dia sudah aman" sebutnya.

Dari hasil pembinaan dan pemantauan selama 12 bulan ada satu perusahaan yang bermasalah tetapi, kata dia bisa diberikan pengarahan serta pengarahan.

"Iya, ada yang ijin yang kedaluarsa jadi dia tidak memenuhi standar program peringkat," terangnya.

Selanjutnya, perusahaan yang mendapatkan peringkat hitam akan diproses dan serahkan ke Ditjen Gakkum KLHK. Dimana kedua perusahaan bermasalah serius itu bergerak di bidang pengelola logam di Banten, dan perusahaan kayu lapis di Medan.

"Dari data kami nanti akan dilihat, apakah akan mendapatkan sanksi administrasi atau penindakan lainya, Gakkum yang menentukan," lanjutnya.

Dia menambahkan, kedua perusahaan itu melakukan pelanggaran berat dalam pengelolaan limbah B3 sehingga dinyatakan masuk dalam peringkat hitam. "Kalau B3 lebih kepada administrasi perizinan, misalnya yang belum rapi," paparnya.

Terkait perusahaan-perusahaan yang mendapatkan peringkat hijau emas konsisten dalam pola pengelolaan lingkungan hidup. Dia memastikan tidak perusahaan yang turun kelas dalam peringkat tersebut.

"Ada perusahaan yang mendapatkan emas beberapa kali ada, ada yang naik dari hijau ke emas," pungkasnya. (Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT