04 March 2020, 14:19 WIB

Edukasi Pemakaian Kosmetik Aman, BPOM Gandeng Puteri Indonesia


Ihfa Firdausya | Humaniora

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) bekerja sama dengan Yayasan Puteri Indonesia untuk mengedukasi para finalis Putri Indonesia dan juga masyarakat luas tentang produk kosmetik yang aman. Kepala Badan POM Penny K. Lukito berharap para finalis Puteri Indonesia bisa menjadi trendsetter dalam penggunaan produk kosmetik yang aman.

Menurut Penny, permintaan akan produk kosmetik di Indonesia sangat tinggi. Hal ini sering dimanfaatkan oleh produsen-produsen kosmetik dalam memasarkan produk ilegal. Oleh karena itu, lanjut Penny, pemerintah tidak bisa berkerja sendiri dalam mengedukasi masyarakat tentang produk kosmetik yang aman.

Baca juga: Tara Basro: Gue Cinta Tubuh Gue

"Para finalis Putri Indonesia akan menjadi publik figur, trendsetter, mungkin juga endorser dari suatu produk. Kita sama-sama mewaspadai, apa trik-trik yang harus dipahami, dan bagaimana sebagai edukator memberikan informasi pada teman-teman sesama millenial dan konsumen lainnya untuk memilih dan menggunakan kosmetik yang aman," ujarnya dalam acara pembekalan 39 finalis Puteri Indonesia 2020 sebagai Duta Kosmetik Aman di Gedung Badan POM, Jakarta, Rabu (4/2).

Penny berpesan kepada para finalis Puteri Indonesia untuk mengendorse produk-produk kosmetik legal yang sudah terdaftar di Badan POM.

"Secara etika, pastikan mengendorse produk yang legal artinya sudah terdaftar di Badan POM. Ingat, bahwa kosmetik itu tidak boleh menjadi obat. Kalau sampai bilang bisa menghilangkan A atau bisa memutihkan, bisa menyembuhkan, itu artinya obat dan bukan kosmetik. Kalau obat harus dalam pengawasan dokter," jelasnya.

Menurut Penny, penting untuk menggunakan kosmetik yang aman karena bahaya yang ditimbulkan kosmetik ilegal sangat tinggi.

"Kandungan-kandungan seperti merkuri, hidrokuinon, itu masih ada di sekitar kita," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pemilihan Puteri Indonesia 2020 Kusuma Anjani mengatakan bahwa sebagai generasi muda, Puteri Indonesia harus terus memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat untuk paham cara mencari kosmetik yang aman. Menurutnya, dampak penggunaan produk kosmetik ilegal sangat berbahaya.

"Efeknya sangat buruk, kalau pun memberikan putih yang segera, tetapi (juga) memberikan efek kulit kusam, perih, dan bahkan jerawat," katanya. (OL-6)

BERITA TERKAIT