04 March 2020, 12:45 WIB

Penutupan Sesi 1, Indeks Lompat 105,9 Poin


Raja Suhud | Ekonomi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (4/3) , dibuka menguat 5,47 poin atau 0,1% ke posisi 5.524,09.

Sentimen positif bursa global yang menguat dan rencana pemberian stimulus tahap kedua oleh pemerintah membuat IHSG terus melacu dan akhirnya ditutup menguat 1,91% atau naik 105,91 poin ke level 5.623,82.
 
Transaksi berjalan ramai dengan frekuensi mencapai 315.681 transaksi dengan jumlah saham yang diperjualbelikan mencapai 3,13 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,08 triliun.

Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk mencata kenaikan tertinggi yakni Rp1.100  ke harga Rp51.875 per lembar saham. Diikuti PT Indocement Tunggal Perkasa Rp925 ke Rp 14.975.
Saham emiten BUMN perbankan terpantau naik Rp110 dan Rp200 untuk Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri. Adapun saham PT Telkom tercatat naik Rp160 ke Rp3.780.

Sebelumnya, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menyarankan investor untuk bersikap cermat di tengah anjloknya pasar finansial saat ini.


 "Ketepatan membaca angka dan analisa penting untuk menentukan sikap terutama mengantisipasi peluang cuan ketika terjadi krisis. Kendati valuasi dianggap sudah murah, investor tetap perlu berhati-hati terhadap potensi koreksi harga saham, sehingga sikap menunggu menjadi lebih tepat," ujar Budi dalam rilisnya Selasa (3/3).

Pemulihan Indeks Masih Butuh Pengujian

Berdasarkan pengalaman melintasi berbagai krisis, kondisi saat ini nampak berbeda bila dibanding menjelang krisis 2008.

"Saat itu, sikap terbaik adalah menahan ketamakan, controlling the greed, karena valuasi saham sudah terlalu tinggi dan jauh melebihi acuan normatif pertumbuhan GDP nominal.

Sementara saat ini, kita perlu mengelola rasa takut, managing fear. "Masih ada aset investasi yang menarik terutama SBN yang justru menjadi prasyarat peluang cuan saham,"ujar Budi. (Ant/E-1)

  

BERITA TERKAIT