04 March 2020, 12:18 WIB

Wah, Menteri Edhy Sulap Bukalapak Jadi Kelompok Nelayan


Raja Suhud | Ekonomi


Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan salah satu unicorn Indonesia, Bukalapak.com, saat ini telah menjadi kelompok nelayan setelah penandatanganan MoU yang membuat Bukalapak resmi menjadi mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
 
"Teman-teman (Bukalapak) ini adalah kelompok nelayan juga karena ikut ngurusin perikanan. Dan ini adalah sebuah kehormatan Bukalapak mau enengok kami di sini,"kata Menteri Edhy dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3).
 
Pernyataan Menteri Edhy ini disampaikan menyusul penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bukalapak dengan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan BLU LPMUKP di Jakarta, Selasa, (3/3).
 
Dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, Bukalapak resmi menjadi mitra KKP, khususnya pelaku usaha dan UMKM, untuk pemasaran produk-produk perikanan. Nota kesepahaman diteken oleh Direktur LPMUKP Syarif Syahrial dan Co-founder Bukalapak Fajrin Rasyid.

Larva Kering Bogor Tembus Pasar Inggris
 
Menteri Edhy menyampaikan terima kasih kepada Bukalapak karena sudah ikut membantu melaksanakan tugasnya membangun komunikasi dengan nelayan dan stakeholder sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.
 
"Nelayan itu ya kita yang mengelola perikanan, baik itu pejabat bank yang memberi pinjaman, petugas KKP, termasuk Bukalapak. Kalau Bukalapak
sekarang sudah mau turun ke sini (sektor perikanan) itu luar biasa," ucapnya.
 
Co-founder Bukalapak Fajrin Rasyid juga menyambut antusias kerja sama ini, dan menginginkan kemitraan dengan KKP bisa meningkatkan daya saing dan memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
 
Ini merupakan potensi besar untuk mempertemukan lebih banyak lagi pelaku UMKM sektor kelautan dan 70 juta pengguna Bukalapak yang tidak hanya tersebar di Indonesia tetapi juga mancanegara seperti Singapura, Brunei Darussalam, Taiwan, Hongkong, Malaysia melalui BukaGlobal.
 
"Kami siap untuk menyediakan platform, memberikan pendampingan agar siap jual, dan memperluas pasarnya hingga luar negeri lewat BukaGlobal,"ujarnya. (Ant/E-1)
 

BERITA TERKAIT