04 March 2020, 12:05 WIB

Pesan Presiden ke Mendag Agus : Jangan Persulit Impor Bahan Baku


Andhika Prasetyo | Ekonomi


Presiden Joko Widodo meminta Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk tidak mempersulit impor bahan baku produksi.

Saat ini, sebagian industri seperti elektronik dan farmasi di Tanah Air sudah mengeluhkan minimnya bahan baku. Penyebabnya tidak lain karena virus korona.

Tiongkok yang menjadi negara sumber impor terbesar kini tidak mampu lagi menyediakan bahan baku. Industri mereka hampir lumpuh lantaran pemerintah setempat menginstruksikan seluruh warga untuk tidak beraktivitas guna mencegah semakin luasnya penyebaran Covid-19.

"Kita tahu industri yang ada di Tiongkok sudah berhenti padahal suplai bahan baku kita banyak dari sana. Kalau di sana sudah sulit, terus masuk ke sini dipersulit, susah kita," ujar Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).

Berdasarkan data pemerintah, industri elektronik di dalam negeri masih sangat bergantung pada pasokan komponen bahan baku dari 'Negeri Tirai Bambu' dengan porsi mencapai 50% dari total keseluruhan impor.

Adapun, nilainya menyentuh US$10 miliar.

Industri lainnya yang bergantung impor bahan baku dari Tiongkok adalah farmasi. Industri ini membutuhkan bahan baku obat sampai 60% dari Tiongkok.

Maka dari itu, presiden menginstruksikan kepada kementerian-kementerian teknis terutama Kementerian Perdagangan untuk memangkas prosedur-prosedur impor yang menyulitkan pelaku usaha.

"Jangan sampai ada prosedur-prosedur yang menyulitkan pada posisi sekarang ini. Kita harus memberikan kelonggaran agar impor tidak terganggu. Kalau terganggu nanti pasti harga naik. Kalau harga naik nanti larinya ke inflasi juga naik. Kita sudah jaga inflasi lima tahun. Jangan sampai terganggu karena hal seperti ini," ucap dia. (E-1)

BERITA TERKAIT