04 March 2020, 11:51 WIB

Seekor Anjing di Hong Kong Positif Korona, Ini Alasannya


Basuki Eka Purnama | Internasional

BINATANG peliharaan bisa membuat Anda bahagia. Kini, seiring mewabahnya virus korona, mungkinkan binatang kesayangan Anda mengidap virus mematikan asal Tiongkok itu? Para pakar menyebut hal itu hampir tidak mungkin.

Namun, pekan lalu, seekor anjing di Hong Kong dipastikan positif virus korona.

Pada Jumat (29/2), Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong mengatakan sampel dari rongga hidung dan mulut anjing tersebut ditemukan virus korona namun lemah. Itu merupakan kali pertama seekor anjing positif virus korona.

Anjing yang tidak menunjukkan gejala apa pun itu kemudian dikarantina dan akan terus dites hingga hasil tes itu negatif.

Baca juga: Dampak Korona, Pertemuan IMF-Bank Dunia Adaptasi Format Virtual

Hal itu juga menyebabkan pemerintah Hong Kong menyarankan mereka yang positif virus korona untuk mengarantina hewan peliharaan mereka selama 14 hari.

Meski begitu Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan--anjing dan kucing--bisa terinfeksi virus korona. Pasalnya, meski aning bisa positif virus korona, itu tidak berarti mereka terinfeksi.

Jadi, mengapa hasil tes anjing di Hong Kong itu positif?

Jawabannya adalah virus korona bisa tinggal di permukaan dan obyek. Nah, virus korona itu bisa tinggal di permukaan anjing dan kucing meski mereka tidak terinfeksi virus itu.

"Bukti yang ada menunjukkan bahwa anjing itu tidak lebih berisiko menyebarkan virus korona ketimbang benda mati seperti gagang pintu," ungkap Sheila McClelland, pendiri Lifelong Animal Protection Charity dalam surat kepada otoritas Hong Kong.

McClelland menambahkan, hingga kini, tidak ada kasus anjing atau kucing terinfeksi virus korona di mana pun di dunia. (CNN/OL-1)

 

BERITA TERKAIT