04 March 2020, 11:22 WIB

15 Warga Batam Dalam Pengawasan Virus Korona


Hendri Kremer | Nusantara

SEBANYAK 15 warga Batam yang diketahui melakukan kontak dengan VP, perempuan WN Singapura yang dinyatakan positif korona, masuk dalam pengawasan tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kota Batam, KKP Klas I Batam dan Bidang Dokkes Polda Kepri.

Tim menyatakan pihaknya mendapat notifikasi dari National Focal Point (NFP) Indonesia yang meneruskan notifikasi dari NFP Singapura pada 1 Maret lalu. Isinya, tentang interaksi langsung terkait pihak tertentu di Batam yakni VP, WN Singapura yang diketahui memiliki rumah di kota tersebut

Perempuan itu diketahui berkunjung ke Batam pada 20 Februari lalu dan kembali ke Singapura pada 23 Februari. Selama di Batam, VP melakukan interaksi langsung dengan dua WNI yakni P, laki-laki usia 33 tahun yang merupakan sopir dan CSS, wanita usia 39 tahun yang merupakan asisten rumah tangga. Terhadap P dan CSS, tim sudah melakukan wawancara dan pengambilan spesimen laboratorium

"Ke-15 warga Batam tersebut kami karantina. Mereka yang mengaku berhubungan dengan warga Singapura itu tidak mengalami gejala demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak nafas," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, Selasa (3/3).

Tak hanya itu saja, tim juga memantau tiga orang yang melakukan interaksi dengan supir yakni istri dan dua anaknya serta 10 orang yang berinteraksi dengan asisten rumah tangga yakni keluarga, saudara dan satu orang driver ojek online yang mengantarnya pulang.

"Total semuanya 15 orang. Semuanya sudah kita ambil spesimen laboratorium dan kami tunggu hasilnya sekitar empat hari," ujarnya.

baca juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Penimbunan Masker di Semarang

Hingga saat ini, tim terus melakukan penelusuran dan sudah mendapatkan informasi tentang manifest penumpang kapal ferry sebelumnya, dari 26 WNI dan 82 WNA sedang dalam pantauan Dinkes Kepri. Sementara itu, Kadinkes Batam Didi Sumarjadi pada kesempatan yang sama mengatakan, terhadap supir P dan tiga orang anggota keluarganya tengah diobservasi di rumahnya. Sedangkan untuk 11 orang lainnya yakni CSS, 9 keluarganya dan 1 driver ojek online akan diobservasi di Asrama Haji lantai 3. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT